JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Dunia persilatan di Sumenep kembali ramai dibicarakan setelah para sesepuh dan senior Perisai Putih resmi mendeklarasikan Perisai Putih Nusantara (PP Nusantara).
Deklarasi ini menjadi perhatian publik karena turut dihadiri pendiri PP Nusantara, Sams Aming, pendekar asal Sumenep yang dikenal menimba ilmu hingga ke Cina.
Sams Aming sebelumnya terbang ke Jakarta untuk menyelesaikan berkas legalitas PP Nusantara. Perguruan baru ini kini resmi mendapat pengesahan Kemenkumham, sehingga siap berkiprah secara nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Bidang Organisasi PP Nusantara, A. Effendi, S.H., menyebut perkembangan PP Nusantara berlangsung cepat. Para pendekar dari 22 provinsi kini telah merapat dan beralih ke bendera baru tersebut.
“Ini bukan gerakan perpecahan. Ini penyegaran organisasi. Banyak pendekar memilih bergabung karena ingin kembali ke nilai-nilai dasar ajaran para guru besar,” kata Effendi kepada media, Kamis (20/11/2025).
Sosok pengacara muda ini menegaskan keputusan mendirikan PP Nusantara dilakukan dengan pertimbangan matang dan melibatkan para sesepuh.
“Kami ingin menjaga marwah perguruan. Sesepuh turun gunung karena merasa waktunya melakukan pembenahan,” tambahnya.
Effendi menambahkan bahwa salah satu tujuan utama PP Nusantara adalah membuka peluang bagi para atlet, khususnya mereka yang memiliki bakat tersembunyi.
“Kami berharap PP Nusantara menjadi wadah bagi atlet untuk berprestasi. Bagi mereka yang selama ini belum terlihat potensinya, di sini mereka punya kesempatan untuk tampil dan mengembangkan kemampuan,” jelasnya.
Dirinya menegaskan bahwa pengembangan atlet akan dilakukan secara sistematis, melalui latihan rutin, pembinaan karakter, dan kompetisi internal maupun eksternal.
“Sumenep memiliki banyak talenta. Dengan dukungan PP Nusantara, kami ingin bakat-bakat itu tidak hilang, tetapi justru bisa bersinar di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.

Deklarasi PP Nusantara turut dihadiri Ketua IPSI Kabupaten Sumenep, Santoso, bersama jajaran pengurus. Kehadiran mereka menjadi sinyal positif bagi perjalanan PP Nusantara ke depan.
“Kedatangan IPSI adalah bentuk dukungan moral. Kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar pencak silat di Sumenep,” tutup Effendi.
Sementara itu, Sams Aming menyampaikan harapan agar IPSI Sumenep semakin maju dalam pembinaan atlet:
“Ke depan, kami berharap IPSI Sumenep mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut Sams Aming juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarperguruan:
“Yang paling utama adalah mempererat silaturahmi. Perbedaan perguruan harus menjadi kekuatan persatuan. Latihan bersama dan kegiatan kolaboratif perlu terus diperbanyak,” tegasnya.
PP Nusantara berharap IPSI dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah mendukung pembinaan pencak silat di Sumenep:
“Kami yakin, dengan kepengurusan IPSI yang baru di bawah Bapak Santoso, berbagai tantangan dapat teratasi,” sambung Sams Aming.
PP Nusantara menegaskan siap bersinergi dengan IPSI dan pemerintah daerah untuk memperkuat pembinaan atlet dan pelestarian budaya persilatan di Sumenep.
Dengan keberadaan bendera baru ini, organisasi ingin menjadi wadah pengembangan potensi atlet tersembunyi sekaligus meningkatkan prestasi lokal dan nasional.
“Ini bukan sekadar perguruan. Ini peluang bagi semua atlet untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. PP Nusantara hadir untuk memastikan talenta tidak terlewatkan,” pungkasnya. (REDJAVA****)








