JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Rasa bangga menyelimuti jajaran Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep. Sebanyak lima petugas terbaik dipercaya mewakili Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) nasional yang digelar di Pulau Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Pelatihan bergengsi ini berlangsung selama satu bulan penuh, diikuti oleh 55 perwakilan dari seluruh Jawa Timur.
Dari Sumenep, lima petugas pilihan resmi diberangkatkan untuk menjalani penugasan khusus di pulau yang dikenal sebagai pusat pembinaan narapidana berisiko tinggi di Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu peserta diklat, Petugas Keamanan Rutan Sumenep, Wawan Mifianto, saat dikonfirmasi awak media ini, Minggu (2/11/2025), membenarkan penugasan tersebut.
“Benar, kami berlima dari Rutan Sumenep mendapat amanah untuk mengikuti diklat di Nusa Kambangan selama satu bulan. Ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas bagi petugas pemasyarakatan se-Jawa Timur,” ujarnya.
Wawan menambahkan, keikutsertaan mereka bukan hanya tentang belajar teknis lapangan, melainkan juga pembentukan mental, karakter, dan disiplin tinggi yang menjadi pondasi penting dalam tugas pemasyarakatan.
“Kami bangga bisa membawa nama Rutan Sumenep dan Jawa Timur. Harapan kami, ilmu serta pengalaman dari Nusa Kambangan bisa diterapkan demi peningkatan pelayanan dan profesionalisme di Rutan Sumenep,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Heri Sutriadi, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada kelima petugas yang menjalankan tugas negara tersebut.
“Kami sangat bangga. Keikutsertaan lima petugas ini menjadi bukti nyata bahwa SDM Rutan Sumenep memiliki kompetensi dan semangat tinggi untuk terus berkembang. Ini juga bentuk pengakuan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Timur atas kinerja dan dedikasi jajaran kami,” ujar Heri Sutriadi.
Menurut Heri Sutriadi, pelatihan di Nusa Kambangan merupakan momen penting dalam meningkatkan profesionalisme, ketangguhan, serta komitmen integritas setiap petugas pemasyarakatan.
“Kami berharap mereka pulang dengan membawa nilai-nilai baru: disiplin, loyalitas, dan inovasi yang akan memperkuat pelayanan pemasyarakatan di Sumenep,” pungkasnya.
Pulau Nusa Kambangan, yang dijuluki “Pulau Penjara”, memang menjadi lokasi legendaris bagi pelatihan aparatur pemasyarakatan karena menghadirkan simulasi sistem keamanan tinggi dan penanganan napi berisiko tinggi.
Dengan semangat pengabdian dan dedikasi penuh, lima petugas asal Rutan Sumenep itu kini menjadi simbol kebanggaan daerah bukti bahwa dari ujung timur Pulau Garam, lahir aparatur negara yang tangguh, profesional, dan berintegritas tinggi. (REDJAVA****)









