JAVANETWORK.CO.ID.SAMPANG – Gerakan ekonomi umat terus menguat di tubuh Muhammadiyah. Melalui forum bertajuk Ngopi Bareng Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Timur, para pimpinan daerah persyarikatan kini aktif membangun kolaborasi bisnis lintas sektor untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan memperluas dakwah Muhammadiyah.
Ketua PDM Kabupaten Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum (Dr. Zein), menjelaskan bahwa kegiatan Ngopi Bareng ini merupakan agenda rutin empat bulanan yang mempertemukan para penggerak ekonomi Muhammadiyah di tingkat daerah. Melalui forum tersebut, masing-masing PDM saling berbagi pengalaman, mempresentasikan peluang bisnis, serta membuka kerja sama investasi lintas wilayah.
“Itu acara rutin empat bulanan, Ngopi Bareng PDM se-Jatim. Kami berbagi pengalaman bisnis masing-masing, saling support, dan membuka peluang kerja sama lintas daerah,” kata Dr. Zein kepada media, Sabtu (26/10/2025).
Menurutnya, agenda ini bukan sekadar pertemuan santai, melainkan menjadi ajang strategis dalam membangun jejaring bisnis yang sehat antar-PDM. Di dalamnya, muncul beragam potensi kolaborasi di sektor properti, kuliner, air mineral, pertanian, peternakan, hingga perkebunan.
“Iklim investasi mulai terbentuk. Tak jarang, dalam forum seperti ini langsung terjadi deal antar PDM untuk mengembangkan bisnis bersama,” ujarnya.
Dr. Zein menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari “Jihad Ekonomi Muhammadiyah”, yakni gerakan untuk memperkuat basis ekonomi persyarikatan agar lebih mandiri dan berdaya saing. Ia menyebut, kemandirian ekonomi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan dakwah yang berkelanjutan.
“Ini bagian dari jihad ekonomi Muhammadiyah agar semua PDM mandiri secara ekonomi dan berdampak pada dakwah di berbagai bidang,” tegasnya.
Dalam perjalanannya, Muhammadiyah dikenal unggul dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Namun, Dr. Zein menyebut sudah saatnya keunggulan itu juga dipercepat dalam bidang ekonomi agar kesejahteraan warga Muhammadiyah dapat lebih terjamin di masa depan.
“Tidak hanya di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial yang unggul, tapi Muhammadiyah juga perlu memperkuat keunggulan di bidang ekonomi. Kemandirian finansial ini akan menjamin kesejahteraan persyarikatan dan warganya,” pungkasnya.
Kegiatan Ngopi Bareng PDM se-Jatim kali ini digelar di Kabupaten Sampang sebagai tuan rumah, dan pertemuan selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Tuban.
Dengan semangat kolaborasi dan ta’awun yang terus menguat, Muhammadiyah Jawa Timur membuktikan bahwa jihad ekonomi bukan hanya wacana, melainkan langkah nyata menuju umat yang berdaya, mandiri, dan berkemajuan. (REDJAVA****)













