JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dentuman musik tong-tong menggema riuh di langit malam Sumenep. Suara kentongan yang berpadu dengan irama perkusi tradisional menjelma menjadi simbol kebanggaan budaya Madura.
Dalam ajang bergengsi Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2025, kelompok Baladewa berhasil menyabet Juara Umum, sekaligus mendominasi berbagai kategori penting lainnya.
Gelaran yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) dengan nomor kegiatan 08/10/FKPPI/2025 ini, diselenggarakan dengan megah dan penuh semangat gotong royong dari masyarakat, seniman, hingga pelaku ekonomi kreatif Madura.
“Festival ini bukan sekadar pertunjukan musik tradisional. Ini adalah ajang unjuk gigi kreativitas anak muda Madura yang berani bereksperimen namun tetap menghormati akar budaya,” ujar Mohammad Zaini, S.Sos., M.Si., Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar mewakili Ka Disbudporapar kepada media ini, Senin (20/10/2025).
Baladewa tampil luar biasa dengan komposisi musik yang inovatif, tata panggung penuh detail, dan kostum yang memadukan unsur etnik dengan modernitas. Tak heran jika grup ini keluar sebagai Juara Umum, sekaligus masuk dalam daftar Dekorasi Terbaik, Penyaji Terbaik, Busana Terbaik, dan Aransemen Terbaik.
“Mereka bukan hanya bermain musik, tetapi bercerita lewat setiap hentakan tong-tongnya. Ada narasi budaya yang hidup di atas panggung,” tambah Zaini.
Kategori Dekorasi Terbaik juga diramaikan oleh Mega Remmeng, Pangeran Soengennep, Barong Ireng, dan Gelora Pesisir, yang menampilkan tata artistik khas Madura dengan pencahayaan dan detail visual menawan.
“Saya bangga melihat bagaimana kelompok-kelompok musik tong-tong kini semakin memahami pentingnya estetika panggung. Itu tanda bahwa seni pertunjukan kita terus berevolusi,” sambungnya.
Dalam kategori Aransemen Terbaik, nama-nama seperti Angin Ribut, Sekar Kedaton, dan Phuser Bhumi berhasil menampilkan eksplorasi musikal yang segar dan berani. Mereka membuktikan bahwa tradisi bisa menjadi sumber inovasi yang bernilai ekonomi tinggi.
“Musik tong-tong tidak hanya menarik secara budaya, tapi juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar. Kita harus mendorongnya masuk ke ekosistem industri kreatif lokal dan nasional,” tutur Zaini.
Menurutnya, Festival Musik Tong-Tong bukan sekadar acara tahunan, melainkan ruang edukasi budaya yang hidup bagi masyarakat Sumenep.
“Setiap tahun, kami ingin festival ini menjadi laboratorium budaya. Dari sini lahir seniman-seniman yang tidak hanya bisa tampil di Madura, tapi juga di panggung nasional dan internasional,” katanya dengan penuh optimisme.
Masuknya Festival Tong-Tong Sumenep dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf RI menjadi tonggak penting bagi promosi budaya lokal. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, ajang ini kini menjadi magnet wisata budaya yang menggerakkan sektor ekonomi rakyat.
“Kami ingin membuktikan bahwa Sumenep tidak hanya punya keindahan alam, tapi juga kekayaan budaya yang bisa menjadi daya tarik wisata unggulan,” jelas Zaini.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan tahun ini akan menjadi tolok ukur bagi event budaya Madura lainnya untuk terus berinovasi.
“Baladewa dan seluruh peserta tahun ini telah membuktikan satu hal: tradisi tidak pernah mati, selama ada generasi muda yang mau menabuhnya dengan hati,” pungkasnya.
Daftar Pemenang Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2025
Juara Umum:
- Baladewa
Dekorasi Terbaik:
Mega Remmeng, Baladewa, Pangeran Soengennep, Pornama Alam, Barong Ireng, Gelora Pesisir, Sekar Kedaton, Phuser Bhumi, Laskar Talango, Kacong Madura.
Busana Terbaik:
Angin Ribut, Bagaspati, Sat-Set-Sot, Baladewa, Langeng Sarkaju.
Penyaji Terbaik:
Barong Ireng, Baladewa, Angin Ribut, Sekar Kedaton, Phuser Bhumi, Mega Remmeng, Sat-Set-Sot, Putra Siding Puri, Bintang Kejora, Bagaspati.
Aransemen Terbaik:
Barong Ireng, Baladewa, Angin Ribut, Sekar Kedaton, Phuser Bhumi.(REDJAVA****)












