JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Dinding penjara ternyata tak mampu membatasi semangat belajar para warga binaan Rutan Kelas IIB Sumenep.
Dengan wajah penuh antusias, mereka mengikuti program Kejar Paket A, B, dan C yang digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, pada Kamis (9/10/2025).
Di ruang kegiatan Rutan Sumenep yang disulap menjadi kelas sederhana, para warga binaan tampak fokus menyimak materi pelajaran yang disampaikan para guru dari Dinas Pendidikan.
Suasana yang biasanya identik dengan pembinaan kedisiplinan kini berubah menjadi ruang penuh semangat dan harapan baru.
Kepala Rutan Sumenep, Heri Sutriadi, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa hukuman.

“Kami ingin memastikan, meskipun mereka berada di balik jeruji, hak mereka untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi. Belajar tidak boleh berhenti hanya karena sedang menjalani masa pembinaan,” tegasnya.
Menurut Heri, program Kejar Paket menjadi wujud nyata komitmen Rutan Sumenep dalam menghadirkan pembinaan yang komprehensif tidak hanya dari sisi kepribadian dan moral, tetapi juga intelektual.
“Melalui pendidikan, mereka kami siapkan untuk bisa menata kembali hidupnya setelah bebas nanti. Kami ingin mereka keluar dari sini bukan hanya dengan niat berubah, tapi juga dengan bekal ilmu dan keterampilan yang nyata,” ujarnya.
Ia juga menuturkan, kegiatan belajar ini mendapat sambutan luar biasa dari para warga binaan. Bahkan, banyak di antara mereka yang sebelumnya ragu kini menunjukkan semangat baru dalam menuntut ilmu.

“Awalnya ada yang malu dan minder, tapi setelah beberapa pertemuan, mereka mulai percaya diri. Mereka sadar bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memperbaiki masa depan,” ungkap Heri dengan bangga.
Tak hanya memberikan pelajaran akademik, kegiatan Kejar Paket ini juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah. Hal itu, menurut Heri, menjadi bagian penting dari pembinaan karakter di lingkungan rutan.
“Kami ingin mengubah stigma bahwa rutan hanya tempat hukuman. Kami ubah menjadi rumah pembinaan dan pembelajaran. Di sini, mereka belajar memperbaiki diri, bukan hanya menyesali kesalahan,” tandasnya.
Program Kejar Paket A, B, dan C di Rutan Sumenep ini rutin dilaksanakan dengan pendampingan tenaga pengajar profesional dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Materi yang diajarkan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing peserta.
Dengan adanya program ini, Rutan Sumenep berharap para warga binaan memiliki masa depan yang lebih baik dan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif, terdidik, dan berdaya saing. (REDJAVA****)










