JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab berkolaborasi dengan Baznas Sumenep dan Baznas Provinsi Jawa Timur untuk menyalurkan bantuan pembangunan rumah bagi warga terdampak gempa bumi di Pulau Sepudi.
Bantuan tersebut berupa pembangunan 10 unit rumah, dengan nilai Rp20 juta untuk masing-masing rumah. Program ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah bersama Baznas terhadap masyarakat yang terdampak gempa berkekuatan 6,4 skala Richter yang terjadi beberapa hari lalu.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Sumenep, Kamiludin, S.Pd.I., M.AP., mengatakan bahwa bantuan ini merupakan langkah cepat hasil koordinasi antara Pemkab dan Baznas untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Pernyataan itu disampaikan Kamiludin saat menghadiri rapat koordinasi (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur, di mana salah satu agenda pentingnya adalah memperkuat sinergi lembaga zakat dalam penanganan kebencanaan dan pengentasan kemiskinan di daerah.
“Bantuan ini adalah wujud kepedulian Pemkab Sumenep dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur kepada warga yang terdampak gempa bumi, agar masyarakat yang rumahnya rusak akibat gempa dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Kamiludin, Kamis (09/10/2025).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Pemkab dan Baznas ini tidak hanya bersifat bantuan fisik, tetapi juga sebagai bentuk penguatan solidaritas sosial.
“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat nyata. Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa kepedulian sosial dan keagamaan dapat berjalan beriringan untuk kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam penanganan pascabencana di Pulau Sepudi.
“Kami berterima kasih kepada Baznas Provinsi dan Baznas Kabupaten yang sigap membantu masyarakat. Pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi warga hingga kondisi benar-benar pulih,” ujar Bupati Fauzi.
Orang nomer satu di lingkungan Pemkab Sumenep juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kolaborasi lintas lembaga dalam menghadapi situasi bencana.
“Kekuatan kita ada pada kebersamaan. Kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat adalah kunci untuk membangun kembali kehidupan warga yang terdampak dengan penuh harapan,” pungkasnya. (REDJAVA***)












