JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dunia kuliner Madura mencatat sejarah baru. Senin (22/9/2025) sore, para ahli kuliner dari berbagai daerah resmi mengukuhkan Badan Pengurus Cabang (BPC) Asosiasi Chef Indonesia (ICA) Madura dalam sebuah seremoni megah di Hotel Caberaz Luxury, Sumenep.
Acara yang dihadiri sekitar 50 undangan itu berlangsung khidmat sekaligus meriah. Prosesi diawali dengan tarian khas Madura, Muang Sangkal, yang melambangkan doa keselamatan. Setelah itu, lagu Indonesia Raya, Mars ICA, hingga Hymne ICA menggema di ruangan, menandai semangat kebersamaan para chef.

Sejumlah tokoh penting hadir memberi dukungan. Bupati Sumenep diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Ferdiansyah. Dari jajaran Forkopimda, hadir Pasi Ops Kodim 0827 Sumenep, Kapten Czi Acep Kusnadi, serta Kabag Log Polres Sumenep, Kompol Jaiman.
Turut hadir pula Kadisbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, S.Pd., M.T., Ketua BPC ICA Jawa Timur Chef Fahriansyah, Ketua Panitia Chef Calvin, hingga puluhan chef muda dan senior dari berbagai kabupaten.
Puncak acara ditandai dengan penabuhan gong dan penyerahan bendera sebagai simbol pengukuhan ICA BPC Madura. Tepuk tangan panjang mengiringi momen bersejarah itu, sebelum akhirnya Chef Rully Cahyadi resmi didaulat sebagai Ketua ICA BPC Madura terpilih.
Dalam sambutannya, Bupati Sumenep melalui Asisten Administrasi Umum, Ferdiansyah, menegaskan bahwa kuliner adalah wajah daerah yang tak kalah penting dibanding budaya dan wisata alam.“Sumenep memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Kehadiran ICA BPC Madura diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam memperkenalkan cita rasa lokal ke kancah nasional bahkan internasional,” ujarnya penuh optimisme.

Ia juga menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep siap bersinergi dengan ICA BPC Madura untuk mengangkat potensi kuliner sebagai sektor pendukung pariwisata.“Wisatawan tidak hanya datang karena destinasi alam dan budaya, tetapi juga karena daya tarik kuliner yang autentik. Jika kuliner Madura bisa dipoles dengan kreativitas tanpa meninggalkan cita rasa asli, maka ia akan menjadi magnet baru pariwisata Sumenep,” tutur Ferdiansyah.
Senada dengan itu, Ketua ICA BPC Madura, Chef Rully Cahyadi, menekankan bahwa organisasinya akan menjadi ruang kolaborasi bagi para chef muda dan senior.“ICA BPC Madura akan menjadi wadah pengembangan kreativitas dan ruang untuk memperkenalkan cita rasa Madura ke tingkat nasional hingga internasional,” tegasnya.
Rully menambahkan, keberadaan ICA BPC Madura bukan sekadar forum profesi, melainkan juga gerakan kebudayaan yang membawa misi besar.“Kami ingin memperkenalkan kuliner Madura tidak hanya di meja makan lokal, tetapi juga di hotel berbintang, restoran internasional, hingga ajang kompetisi chef dunia. Kuliner Madura punya karakter kuat yang bisa bersaing dengan masakan mancanegara,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya regenerasi. ICA BPC Madura akan membuka ruang pelatihan, workshop, hingga lomba bagi anak-anak muda yang bercita-cita menjadi chef. “Kami ingin menyiapkan generasi baru yang tidak hanya mahir memasak, tapi juga mampu mengemas kuliner sebagai identitas dan kebanggaan daerah,” tutup Rully.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama serta presentasi produk dari para sponsor yang turut mendukung perkembangan industri kuliner lokal. Hingga laporan ini dibuat, kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak baru lahirnya gerakan kuliner Madura yang lebih inovatif, berdaya saing, dan siap mengangkat kekayaan rasa Nusantara ke panggung dunia. (REDJAVA****)











