Gawat, Aktivis Forum NGO Dikabarkan Dilaporkan Oknum Orang Bupati Pamekasan

- Redaksi

Jumat, 5 September 2025 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gawat, Aktivis Forum NGO Dikabarkan Dilaporkan Oknum Orang Bupati Pamekasan

Gawat, Aktivis Forum NGO Dikabarkan Dilaporkan Oknum Orang Bupati Pamekasan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Aksi demonstrasi yang digelar Forum Non-Government Organization (NGO) bersama masyarakat di depan Kantor Pemkab Pamekasan pada Rabu (3/9/2025) kini berbuntut panjang.

Para aktivis yang menyuarakan kritik atas dugaan penyimpangan kebijakan pemerintah daerah dikabarkan telah dilaporkan oleh salah satu oknum dekat dengan Bupati Pamekasan.

Dalam aksi tersebut, para orator menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kucuran dana Rp4 miliar ke Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja, dana pokir dewan, hingga dugaan pembiaran terhadap temuan KPK. Tidak hanya itu, ketimpangan pembangunan juga menjadi titik sorotan pedas para aktivis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masyarakat dipaksa bayar pajak, tapi jalan umum diperbaiki secara swadaya. Beda dengan akses jalan menuju rumah istri keduanya Bupati yang justru dibiayai Pemkab,” teriak salah satu orator dalam aksinya.

Isu pelaporan terhadap sejumlah aktivis ini memicu reaksi keras dari pembina Forum NGO, Zaini Wer-Wer. Dikonfirmasi awak media ini, ia menilai langkah tersebut jika benar dilakukan adalah bentuk kemunduran demokrasi.

“Kalau aspirasi masyarakat disampaikan lalu malah dilaporkan, itu potret buram demokrasi. Bahkan melukai hati rakyat yang berharap Pamekasan menjadi kabupaten Baldatun Thayyibatun Warobbun Ghafur,” tegas Wer-Wer, Jum’at (05/09/2025)

Menurutnya, pemerintah semestinya membuka diri terhadap kritik, bukan justru membungkam suara rakyat.

“Kalau tidak siap dikritik, berarti pemerintah tidak siap membawa Pamekasan menuju kesejahteraan yang berkeadilan,” sambungnya dengan nada sinis.

Ia menegaskan, rakyat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, melakukan kontrol, dan mengawasi jalannya pemerintahan.

“Jangan jadi pelayan masyarakat kalau tidak siap melayani. Jangan jadi abdi negara kalau tidak siap mengabdi lillahitaala demi kepentingan rakyat,” ujarnya tegas.

Informasi yang beredar, sedikitnya empat aktivis yang menjadi orator dalam aksi tersebut turut dilaporkan, yakni Abuya, Abdussalam Marhaen, Abd Rahem, dan Zainal Erdogan.

Baca Juga :  Batik Motif "Megaremmeng" Hasil Karya WBP Rutan Sumenep Raih Anugerah Busana Terbaik Raka Raki Jawa Timur 2024

Salah satunya, Abuya, menegaskan bahwa kritik mereka murni untuk kepentingan masyarakat dan tidak ada tendensi lain.

“Kami hanya menyoroti kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Jika kritik ini dianggap salah, berarti ada yang keliru dalam cara pemerintah melihat aspirasi publik,” ucapnya.

Selain soal anggaran, aksi demo itu juga diselimuti isu kontroversial terkait keberadaan seorang perempuan berinisial T.N yang diduga merupakan istri kedua Bupati Pamekasan.

Baca Juga :  Pemilihan Duta, Meriahkan Peluncuran SAS oleh LAZISMU Sumenep

Sosok yang dijuluki “Nang Ning Nung” ini dipertanyakan kapasitas dan legalitasnya di tubuh birokrasi Pemkab.

“Tanpa legalitas formal, kehadiran inisial T.N dianggap bodong. Ini yang harus dijawab secara terbuka, jangan malah rakyat yang bersuara dijadikan musuh,” tegas salah satu aktivis.

Isu ini kini menjadi perbincangan hangat di Pamekasan. Publik menanti klarifikasi resmi dari pihak Pemkab maupun Bupati terkait laporan terhadap aktivis serta keberadaan “Nang Ning Nung” di lingkaran pemerintahan. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Program Pemberdayaan UMKM Sumenep Bangkitkan Kembali Gairah Pelaku Usaha Batik Beddei

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Polsek Pasongsongan Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Sabu, Operasi Tumpas Semeru 2026 Berbuah Penindakan
HUT RI ke-81, Warga BTN Sumenep Kobarkan Api Persaudaraan Lewat Pawai dan Gotong Royong
Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Tekankan Integritas dan Nasionalisme
Renungan Suci di Tengah Malam, Kapolresta Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan
Kapolresta Sumenep Sambang AWDI, Sinergi Informasi dan Kamtibmas Jadi Bahasan
Tanam Tembakau atau Rugi? Ini Pesan Bupati Fauzi kepada Para Petani
Polresta Sumenep Raih Pelayanan Prima A, Bukti Nyata Komitmen Layani Masyarakat
Siswa MAN Sumenep Unjuk Gigi di Ajang Provinsi, Mini Drama Angkat Moderasi Beragama dan Budaya Lokal

BERITA TERKAIT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Polsek Pasongsongan Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Sabu, Operasi Tumpas Semeru 2026 Berbuah Penindakan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:33 WIB

HUT RI ke-81, Warga BTN Sumenep Kobarkan Api Persaudaraan Lewat Pawai dan Gotong Royong

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Tekankan Integritas dan Nasionalisme

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Renungan Suci di Tengah Malam, Kapolresta Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Kapolresta Sumenep Sambang AWDI, Sinergi Informasi dan Kamtibmas Jadi Bahasan

BERITA TERBARU