Bersinergi Lawan Rokok Ilegal, Satgas Opsar DBH-CHT 2025 Gelar Bimtek di Sumenep

Rabu, 3 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten I Setdakab Sumenep, Ir. Didik Wahyudi, M.Si. (Tengah) Diacara Bimtek Satgas DBH-CHT di Hotel De Bagraf, Rabu (03/09/2025)

Asisten I Setdakab Sumenep, Ir. Didik Wahyudi, M.Si. (Tengah) Diacara Bimtek Satgas DBH-CHT di Hotel De Bagraf, Rabu (03/09/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP Upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sumenep semakin diperkuat.

Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Satgas Opsar DBH-CHT 2025 serta Forum Tatap Muka Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Ketentuan Cukai Tahun Anggaran 2025, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum menyatukan langkah dalam menegakkan aturan cukai.

Kegiatan yang digelar di Hotel De Baghraf, Jl. Panglima Sudirman, Sumenep, Selasa–Rabu (3/9/2025) itu dihadiri langsung oleh Asisten I Setdakab Sumenep, Ir. Didik Wahyudi, M.Si., yang menjadi narasumber utama.

Acara ini juga mengumpulkan Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-Kabupaten Sumenep sebagai garda terdepan pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Bea Cukai Pamekasan, Polres Sumenep, Kodim 0827/Sumenep, Satpol PP dan Damkar Sumenep, serta tamu undangan lainnya yang memiliki peran strategis dalam mendukung pemberantasan rokok ilegal di daerah.

Dalam pemaparannya, Didik menegaskan bahwa rokok ilegal bukan hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan kesehatan masyarakat.

“Bimtek ini penting untuk memperkuat Satgas dalam melaksanakan operasi lapangan. Rokok ilegal jelas merugikan negara, merusak tatanan ekonomi, dan membahayakan kesehatan masyarakat. Satgas harus bekerja secara terintegrasi agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Lebih jauh, Didik menekankan bahwa peran pemerintah desa sangat penting dalam mengawal kesadaran masyarakat agar tidak mengonsumsi atau memperjualbelikan rokok tanpa pita cukai.

“Hari ini kita kumpulkan Camat, Lurah, dan Kades sebagai garda terdepan. Mereka punya posisi strategis karena lebih dekat dengan masyarakatnya. Melalui mereka, kita ingin mendorong kesadaran agar tidak mengonsumsi apalagi memperjualbelikan rokok ilegal,” imbuhnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi kunci dalam operasi penindakan, tanpa mengurangi ketegasan aparat dalam menegakkan aturan.

“Kami ingin masyarakat ikut terlibat aktif. Aparat tidak bisa bekerja sendiri. Jika ada informasi terkait peredaran rokok ilegal, segera laporkan. Inilah wujud sinergi nyata antara pemerintah, aparat, dan masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya soal penegakan hukum, Didik juga menyinggung kepentingan pembangunan daerah. Keberhasilan menekan peredaran rokok ilegal, katanya, akan berdampak langsung pada optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) yang kemudian dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat.

“Langkah ini adalah bukti nyata bahwa Pemkab berdiri di garis depan untuk melindungi masyarakat dan memastikan penerimaan negara tetap aman dari potensi kebocoran akibat rokok tanpa cukai. Kami optimistis, dengan sinergi yang kuat, peredaran rokok ilegal di Sumenep bisa ditekan signifikan. Tujuan akhirnya jelas: melindungi masyarakat, menegakkan aturan, dan menjaga penerimaan negara,” pungkasnya. (REDJAVA*****)

Berita Terkait

Semarak Hardiknas 2026, Pelti Sumenep Gelar Turnamen Tenis Bergengsi: Fokus Cetak Atlet Muda hingga Bangun Ekosistem Olahraga
KI Sumenep Rayakan HAKIN 2026 Lewat Media Gathering, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Rikkes Polres Sumenep 2026: Pemeriksaan Kesehatan Berkala untuk Personel
Srikandi Birokrasi Sumenep, R. Titik Suryati Purna Tugas, Posisi BKAD Diisi Plt
May Day 2026: Satlantas Sumenep Hentikan Sementara Pelayanan Administrasi Kendaraan
Camat Dasuk Tekankan Peran Strategis BUMDesa dalam Kemandirian Ekonomi Desa
Perkuat Layanan Hak Sipil, Rutan Sumenep Jemput Bola Perekaman e-KTP untuk Ratusan Warga Binaan
Gaungkan Identitas Budaya, PKDI Sumenep Ajak Generasi Muda Lestarikan Seni Tari di Hari Tari Sedunia 2026

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:35 WIB

Semarak Hardiknas 2026, Pelti Sumenep Gelar Turnamen Tenis Bergengsi: Fokus Cetak Atlet Muda hingga Bangun Ekosistem Olahraga

Kamis, 30 April 2026 - 16:48 WIB

KI Sumenep Rayakan HAKIN 2026 Lewat Media Gathering, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 30 April 2026 - 15:22 WIB

Rikkes Polres Sumenep 2026: Pemeriksaan Kesehatan Berkala untuk Personel

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Srikandi Birokrasi Sumenep, R. Titik Suryati Purna Tugas, Posisi BKAD Diisi Plt

Kamis, 30 April 2026 - 08:46 WIB

May Day 2026: Satlantas Sumenep Hentikan Sementara Pelayanan Administrasi Kendaraan

Berita Terbaru