JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat literasi dan kecintaan terhadap budaya lokal semakin menggelora di Kabupaten Sumenep. Hal itu tampak dalam Lomba Bertutur 2025 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep di halaman depan kantor Dispusip pada Senin (01/09/2025).
Kegiatan ini menghadirkan suasana penuh inspirasi, di mana para siswa dari berbagai sekolah dasar unjuk kemampuan dalam menyampaikan cerita rakyat dengan penuh penghayatan. Tidak sekadar lomba, ajang ini dirancang sebagai wadah membangun kepercayaan diri, memperkuat literasi, dan menanamkan kecintaan pada warisan budaya Nusantara.
Plt. Kabid Pengawasan Kearsipan Dispusip Sumenep, Agus Utomo, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Kepala Dispusip Rudi Yuyianto, SE., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, literat, dan mencintai budaya bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui Lomba Bertutur, anak-anak tidak hanya belajar bercerita. Mereka belajar menghargai kearifan lokal, berani tampil, dan percaya diri menyuarakan nilai-nilai positif dari cerita rakyat kita,” ujarnya.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga dipadukan dengan study tour edukatif. Para peserta diajak menengok jejak sejarah di sejumlah destinasi, termasuk Candi Kalasan, sebagai cara memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Menurut Agus Utomo, kegiatan semacam ini sangat penting sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi emas di Sumenep.
“Membaca dan bertutur adalah pintu menuju masa depan. Dari sinilah tumbuh daya imajinasi, kreativitas, dan rasa cinta terhadap literasi yang kelak menjadi bekal penting dalam persaingan global,” jelasnya.
Dispusip Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program inovatif. Tidak hanya sekadar lomba, namun menjadi gerakan bersama menanamkan minat baca, menguatkan budaya literasi, dan menjaga arsip sebagai warisan berharga.
“Kami ingin anak-anak Sumenep tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya dan berkarakter kuat,” pungkasnya. (REDJAVA****)









