JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep diguncang dua insiden kebakaran lahan hanya dalam waktu beberapa jam pada Kamis (14/8/2025). Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga dan menjadi peringatan keras akan bahaya musim kemarau yang kian rawan.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, tepat di Jalan Raung depan kantor PGRI. Api dilaporkan mulai berkobar pada pukul 17.56 WIB oleh seorang warga bernama Rehan. Lahan yang terbakar memicu kepanikan karena lokasinya berdekatan dengan pemukiman dan fasilitas publik.
Belum reda kesibukan di titik pertama, kebakaran kedua dilaporkan pada pukul 20.40 WIB di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, tepatnya di arah Pelabuhan 1 Lobuk. Kali ini, pelapor bernama Anwar menyampaikan adanya kobaran api yang cepat menjalar di tengah angin malam yang cukup kencang.

Kepala Satpol PP dan Damkar Sumenep melalui Kepala Bidang Damkar, Sugiyanto, menegaskan bahwa kedua kebakaran ini berhasil ditangani berkat respons cepat petugas di lapangan.
“Begitu laporan masuk, tim langsung meluncur. Api di dua lokasi berhasil kita kendalikan sebelum meluas ke rumah warga,” ujarnya kepada media ini.
Sugiyanto juga mengingatkan, musim kemarau panjang seperti sekarang adalah periode kritis yang membutuhkan kewaspadaan ekstra.
“Jangan sekali-kali membakar sampah atau membersihkan lahan dengan api. Sekecil apa pun apinya, jika dibiarkan, bisa menjadi bencana besar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat diminta segera melapor ke layanan darurat SiLaPor 112 jika melihat tanda-tanda kebakaran.
“Kecepatan laporan dari warga adalah kunci keselamatan bersama. Kami siap siaga 24 jam, tapi pencegahan tetap yang utama,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa tersebut. Namun, kerugian material dan luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan oleh petugas. (REDJAVA****)











