Teror Tengah Malam di Gili Iyang: Balasan Sunyi atas Keberanian Mencari Keadilan

- Redaksi

Rabu, 23 Juli 2025 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teror Batu di Tengah Malam di Gili Iyang: Balasan Sunyi atas Keberanian Mencari Keadilan

Teror Batu di Tengah Malam di Gili Iyang: Balasan Sunyi atas Keberanian Mencari Keadilan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP Sebuah teror membelah sunyi malam di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep. Rumah milik Hosriyani, warga Dusun Bancamara, dilempari batu oleh orang tak dikenal sebanyak dua kali pada Rabu dini hari, 23 Juli 2025. Lemparan pertama terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, disusul lemparan kedua sekitar pukul 00.50 WIB.

Bagi sebagian orang, insiden ini mungkin tampak sebagai aksi iseng belaka. Tapi tidak bagi Hosriyani. Ia adalah pelapor kasus perusakan pagar yang selama tujuh bulan tertahan di meja penyidik Polsek Dungkek. Teror ini datang hanya beberapa hari setelah Polres Sumenep menetapkan empat tersangka dan menangkap mereka pada 17 Juli lalu yakni Mahwi, Rahman, Morsal, dan Musahnan, yang sejak awal telah disebut dalam laporan warga.

Baca Juga :  KH. Abdul Hannan Tibyan: Berjuanglah Lewat Pendidikan, Itulah Jalan Hidup yang Sesungguhnya

Sebelum itu, kasus perusakan tersebut nyaris membeku tanpa kejelasan. Proses hukum tak kunjung bergerak. Kuasa hukum pelapor bahkan menyebut ada intervensi kuat dari tokoh berpengaruh di Bancamara, yang menyebabkan mandeknya penegakan hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelombang protes pun muncul. Warga bersuara, desakan publik menguat. Dua tuntutan disuarakan: pencopotan Kanit Reskrim Polsek Dungkek dan penarikan kasus ke tingkat Polres. Keduanya dikabulkan. Polres mengambil alih perkara, dan AIPTU Joko Dwi Heri Purnomo dicopot dari jabatannya sebagai Ps. Kanit Reskrim.

Baca Juga :  Ketua HIMPSI Sumenep Harapkan Sekolah Menjadi Tempat Menyembuhkan Luka, Bukan Menambah Trauma

Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang etik di internal kepolisian. Di hadapan Majelis Komisi Kode Etik Polri, Joko mengakui adanya tekanan luar biasa dari tokoh masyarakat setempat. Ia juga mengakui pernah meminta sejumlah uang kepada kuasa hukum pelapor dengan dalih biaya gelar perkara yang kemudian ditolak mentah-mentah.

Kuasa hukum Hosriyani tak tinggal diam. Ia menggambarkan bahwa kasus ini jauh lebih besar dari sekadar perusakan pagar. Menurutnya, ada pengaruh jaringan mafia yang kuat di kawasan itu termasuk mafia narkoba dan solar ilegal yang mencoba mengendalikan aparat penegak hukum.

“Saya mendengar langsung suara warga. Mereka merasa hukum di sini hanya alat bagi yang kuat. Ada rasa takut yang nyata, seolah hukum telah dijadikan komoditas oleh para mafia,” ujarnya. Rabu (23/07/2025)

Teror terhadap Hosriyani, menurutnya, adalah sinyal ancaman. Pesan bahwa keberanian untuk menuntut keadilan bisa dibalas dengan intimidasi. Karena itu, ia mendesak kepolisian memberikan perlindungan hukum kepada kliennya, sekaligus mengusut tuntas siapa pelaku di balik teror batu di tengah malam itu.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 0827/14 Batang-Batang Kerja Bakti Bersihkan Rumah Warga Yang Roboh, Wujud Manunggal TNI Dengan Rakyat

Hingga kini, Polres Sumenep belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun tekanan publik terus membesar. Di ruang-ruang sunyi Gili Iyang, ketakutan merayap. Tapi bersamaan dengan itu, secercah harapan mulai menyala bahwa hukum masih mungkin berpihak pada yang lemah. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bapenda Sumenep Berjaya! M. Romli Juara Lomba Terong Perorangan Putra HUT RI Pemkab Sumenep
KDKMP Sumenep Disorot, DPRD Pertanyakan Mekanisme Lelang, Kepala Desa Mengaku Tak Dilibatkan
Istighatsah Jadi Awal Semarak HUT ke-81 RI, Kemenag Sumenep Tegaskan Semangat Pengabdian untuk Indonesia
Korban Tenggelam di Giligenting Ditemukan, Polresta Sumenep Pastikan Penanganan Sesuai SOP
Pemkab Sumenep Perkuat Penanganan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Lewat Posko Tanggap Darurat
Kemenag Sumenep Bersama BAZNAS, LAZISNU dan Mitra Bedah Rumah, Abdul Wasid: Zakat Harus Berdampak Nyata
Wabup Sumenep Pimpin Rakor Forkopimda, Salurkan Bantuan dan Pastikan Korban Kapal Terbakar Dilayani Maksimal
Ribuan Anak PAUD Bakal Semarakkan Gebyar PAUD Ceria 2026, Dinas Pendidikan Sumenep Perkuat Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini

BERITA TERKAIT

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:01 WIB

Bapenda Sumenep Berjaya! M. Romli Juara Lomba Terong Perorangan Putra HUT RI Pemkab Sumenep

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:56 WIB

KDKMP Sumenep Disorot, DPRD Pertanyakan Mekanisme Lelang, Kepala Desa Mengaku Tak Dilibatkan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Istighatsah Jadi Awal Semarak HUT ke-81 RI, Kemenag Sumenep Tegaskan Semangat Pengabdian untuk Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Korban Tenggelam di Giligenting Ditemukan, Polresta Sumenep Pastikan Penanganan Sesuai SOP

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Penanganan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Lewat Posko Tanggap Darurat

BERITA TERBARU