JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah persiapan intensif Pemerintah Kabupaten Sumenep menghadapi penilaian Adipura 2025, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep kembali menjadi pusat perhatian. Madrasah yang berlokasi di Jl. Agus Salim itu dipercaya sebagai salah satu dari 12 titik pantau strategis yang akan diperiksa langsung oleh tim penilai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 11–15 Agustus 2025.
Bukan kali pertama MAN Sumenep mendapat kepercayaan ini. Menurut Kepala MAN Sumenep, H. Hairudin, S.Pd., M.M.Pd., penunjukan tersebut merupakan hasil konsistensi sekolah dalam menjaga lingkungan dan mempertahankan predikat BERSERI—Bersih, Sehat, Rindang yang sudah melekat sebagai budaya madrasah.
“Kami tidak sekadar menata lingkungan untuk lomba atau penilaian. Ini sudah menjadi komitmen dan kebiasaan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf,” ujarnya kepada media ini, Kamis (14/08/2025).
Ia menjelaskan, pengelolaan lingkungan di MAN Sumenep dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, proses daur ulang, hingga pemanfaatan kembali barang bekas menjadi produk yang berguna.

“Kami juga menanam dan merawat banyak pohon rindang agar suasana belajar tetap sejuk dan nyaman. Prinsipnya, lingkungan yang baik akan melahirkan proses belajar yang baik pula,” jelasnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, pada momen penilaian, tim pemantau dari berbagai unsur terlihat berkeliling memeriksa taman hijau, sarana kebersihan, hingga pengelolaan limbah di MAN Sumenep. Para siswa dan guru tampak kompak menjaga setiap sudut sekolah tetap rapi, bersih, dan indah.
Selain MAN Sumenep, Pemkab Sumenep menetapkan 11 titik pantau lainnya yang meliputi pemukiman, jalan protokol, pertokoan, pasar, perkantoran, terminal, bandara, rumah sakit, puskesmas, salter, perairan terbuka, dan TPA. Seluruh titik telah dibagi penanggung jawabnya sesuai Surat Nomor: 600.4/212/114.4/2025 tertanggal 9 Agustus 2025.
Bagi MAN Sumenep, keikutsertaan dalam Adipura bukan semata demi prestise.
“Kami ingin memberi contoh bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kalau kita mulai dari sekolah, anak-anak akan terbiasa hingga dewasa nanti,” pungkasnya. (REDJAVA****)











