JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menetapkan pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) 2025 pada Ahad, 7 Desember 2025, di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.
Forum tertinggi permusyawaratan di tingkat cabang ini akan menjadi penentu arah gerak organisasi menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan 2020–2025 pada 31 Desember mendatang.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran PCNU Sumenep Nomor: 117/PC.01/A.II.11.71/1642/08/2025 tentang Rencana Pelaksanaan Konfercab NU 2025, yang diterbitkan pada Ahad, 10 Agustus 2025.
Keputusan ini mengacu pada hasil Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Sumenep, Ahad (27/7/2025), di Dhalem KH Ali Mukafi, Gapura Timur, Kecamatan Gapura.
Ketua PCNU Sumenep, KH A. Pandji Taufiq, menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis yang menyangkut masa depan NU di Bumi Sumekar.
“Konfercab ini bukan acara milik cabang saja, tapi milik seluruh warga NU Sumenep. Karena itu, semua elemen harus terlibat, termasuk dalam mendukung pendanaan sebagai wujud kemandirian kita bersama,” ujar Kiai Pandji saat menghadiri Bahtsul Masail dan Konsolidasi Perkumpulan di MWCNU Dungkek, Ahad (10/9/2025).
Menjelang pelaksanaan, PCNU Sumenep menyiapkan rangkaian pra-konferensi yang tak hanya bersifat organisatoris, tetapi juga kultural dan intelektual.
Di antaranya, Lokakarya Perencanaan Program PCNU Sumenep Masa Khidmat 2025–2030, Rembuk Warga Nahdliyin bertema Kebijakan Publik, Ngaji Sanad Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari, Gerakan Koin Konfercab NU 2025, dan bazar.
Pada Sabtu (9/8/2025), PCNU Sumenep juga menggelar rapat bersama perangkat perkumpulan NU di Kantor PCNU untuk memfinalisasi susunan panitia pelaksana.
Mengacu pada ketentuan Peraturan Perkumpulan NU dan pedoman PBNU, PCNU Sumenep segera mengajukan permohonan persetujuan resmi kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Dengan penetapan jadwal dan lokasi ini, denyut persiapan Konfercab mulai terasa di seluruh lapisan warga Nahdliyin Sumenep.
Semua mata kini tertuju ke Annuqayah, tempat sejarah panjang dan masa depan NU akan kembali disematkan. (REDJAVA****)












