JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bukan sekadar panggung hiburan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep menghadirkan Pagelaran Seni sebagai wadah edukatif bertema “BNN Bersama Rakyat Melawan Narkoba”, Kamis (31/7/2025).
Bertempat di Aula LPP RRI Sumenep, acara ini menjelma menjadi gerakan moral kolektif dalam membentengi masyarakat dari bahaya narkoba, khususnya generasi muda.
Pagelaran yang dihadiri oleh 125 peserta lintas elemen mulai dari Forkopimda, pimpinan perbankan, kepala desa, kepala sekolah, hingga tokoh masyarakat dan dunia pendidikan menjadi momentum strategis untuk menyatukan tekad: Sumenep harus bersih dari narkoba.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno, tampil lugas dan penuh semangat saat menyampaikan pesan penting di balik kegiatan tersebut.
“Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius, terutama bagi anak muda. Maka, kampanye seperti ini penting untuk menyebarkan informasi yang tepat, membangun kesadaran, dan memperkuat karakter masyarakat dalam menghadapi ancaman tersebut,” tegas Bambang.
Ia menambahkan, keberhasilan pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat atau lembaga terkait, tetapi memerlukan sinergi luas dari seluruh komponen bangsa.

“Kalau kita ingin mewujudkan Sumenep Bersinar Sumenep yang Bersih dari Narkoba maka kerja sama aktif semua pihak adalah kunci. Ini bukan tugas satu lembaga, tapi tugas bersama.” lanjutnya.
Kegiatan ini semakin bermakna dengan diumumkannya pembentukan dua Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) di tahun 2025, yakni Desa Tanjung dan Desa Saronggi, sebagai simbol nyata komitmen pemberdayaan berbasis desa dalam perang melawan narkoba.
Lebih dari sekadar seremonial, pagelaran ini dihidupkan oleh penampilan seni dari siswa-siswi berbagai sekolah yang membawakan pesan moral melalui tari, musik, dan drama. Seni menjadi bahasa universal untuk menyuarakan perlawanan terhadap narkoba secara kreatif, menyentuh, dan menggugah hati.
Di akhir acara, Bambang kembali mengingatkan bahwa meskipun langkah-langkah pencegahan terus diperkuat, peredaran narkoba masih eksis di wilayah Sumenep, termasuk temuan sabu di daerah kepulauan yang menjadi alarm bahaya bersama.
“Tanpa kesadaran kolektif, mustahil kita bisa memutus mata rantai peredaran narkoba. Maka, mari kita perkuat kolaborasi lintas sektor dari pemerintahan, pendidikan, swasta, hingga keluarga untuk bersama-sama menjaga masa depan Sumenep dari kehancuran akibat narkoba,” tandasnya.
Melalui pendekatan seni, BNNK Sumenep membuktikan bahwa kampanye antinarkoba tak harus kaku dan membosankan. Justru dengan sentuhan budaya dan partisipasi rakyat, perjuangan ini bisa menjadi gerakan sosial yang mengakar, hidup, dan tak mudah dilupakan. (REDJAVA****)








