Tradisi Nyadar di Gua Mandalia: Kearifan Lokal yang Tersembunyi di Ujung Timur Sumenep

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Nyadar di Gua Mandalia: Kearifan Lokal yang Tersembunyi di Ujung Timur Sumenep

Tradisi Nyadar di Gua Mandalia: Kearifan Lokal yang Tersembunyi di Ujung Timur Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan kekayaan budayanya yang begitu memukau. Jika selama ini tradisi Nyadar lebih dikenal identik dengan wilayah Pinggirpapas, Karanganyar, Daddhak, dan Saroka, ternyata jauh di ujung timur Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, tepatnya di kawasan Gua Mandalia, adat sakral tersebut juga tumbuh dan lestari dalam balutan khidmat dan kesederhanaan.

Pelaksanaan Adat Nyadar di Gua Mandalia menjadi bukti bahwa tradisi spiritual masyarakat Sumenep hidup dalam berbagai versi lokal yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Di tempat ini, Nyadar digelar dua kali setiap tahun, selama dua hari berturut-turut, yaitu pada Jumat dan Sabtu, dan untuk tahun ini bertepatan pada tanggal 11–12 Juli 2025 atau 15–16 Muharram 1447 H.

Tak hanya Nyadar, kawasan religius Gua Mandalia juga rutin menggelar tradisi lainnya seperti Haul, Cahè, dan kegiatan keagamaan lain yang berakar kuat dalam tradisi pesantren dan spiritualitas masyarakat setempat.

“Kalau Nyadar di sini yang datang bukan hanya warga Gua Mandalia atau kampung sekitar, tapi juga dari Desa Daddhak Tèmor (area Accen Rajâh), sebagian Tanjung, dan Garbato,” ungkap K. Muhammad Hasan, selaku pemangku Gua Mandalia sekaligus pengasuh Pesantren Mandalia Al-Mukarromah di Kampung Koroko, Desa Langsar, Sabtu (12/07/2025).

Keunikan ini mengejutkan sejumlah tokoh yang hadir, termasuk K. Arya Rusli, tamu undangan yang mengaku baru mengetahui bahwa di Gua Mandalia juga berlangsung tradisi Nyadar.

“Saya baru tahu kalau ternyata di sini juga ada pelaksanaan Nyadar. Padahal saya sudah lebih 20 tahun tinggal dan kenal dekat dengan Kiyai Muhammad,” ucapnya sambil tersenyum penuh heran.

Prosesi Nyadar dimulai sejak Jumat siang, dibagi dalam lima kelompok pelaksana yang masing-masing memiliki waktu khusus hingga kelompok terakhir yang menutup ritual pada pukul 12.00 WIB di hari Sabtu. Setiap kelompok memulai dengan Tawassul, lalu pembacaan Surat Yasin, Tahlil, dan doa penutup.

Baca Juga :  Ini Respon Kapolri Terkait Penangkapan Dua Tersangka dan Bahan Peledak oleh Sat Polairud Polda Jatim

Tokoh masyarakat seperti Bapak Tres atau Bapak Sukarto biasa memimpin doa tersebut. Pada pelaksanaan tahun ini, kehadiran Bapak Tres/Munapsu menambah kekhidmatan acara.

Setelah seluruh prosesi adat selesai, dilanjutkan dengan makan bersama yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ini. Belasan keluarga hadir membawa makanan dari rumah masing-masing, lalu duduk beramai-ramai dalam satu ruang kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Di akhir acara, K. Muhammad Hasan mengundang seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk hadir dalam Haul Agung Wali Tunjung yang akan digelar pada Selasa malam Rabu, 22 Juli 2025 (27 Suro 1959 H). Acara akan dipusatkan di Pesantren Mandalia Al-Mukarromah dan terbuka untuk umum.

Baca Juga :  PWRI Sumenep Bagikan Ratusan Voucher Takjil Gratis untuk Dukung UMKM di Bulan Ramadan

Haul tersebut rencananya akan menghadirkan K. Khodri dari PP. Sabilul Muttaqin, Daramista Lenteng sebagai penceramah, serta Ustadz Sobriyanto, qori’ kenamaan dari Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep.

Tradisi Nyadar di Gua Mandalia bukan sekadar ritual warisan, tetapi menjadi pengingat akan kekayaan budaya Sumenep yang tersebar hingga ke pelosok desa. Di tengah derasnya arus modernitas, masyarakat Desa Langsar masih mampu menjaga jati diri spiritual dan budaya leluhur mereka dengan teguh dan penuh cinta. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU