MASSA PONTREN Sumenep Rekomendasikan Penataan Parade Budaya dan Penguatan Perda Moral

- Redaksi

Sabtu, 28 Juni 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebagai bentuk kepedulian terhadap arus budaya yang berkembang di tengah masyarakat, Majelis Silaturrahmi Alumni Pondok Pesantren (MASSA PONTREN) Kabupaten Sumenep menyampaikan surat rekomendasi resmi kepada unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif daerah.

Isi surat tersebut menyoroti pentingnya penataan parade budaya, serta penguatan peraturan dalam menghadapi penyakit masyarakat yang kian marak.

Ketua MASSA PONTREN, KH. Khalil Kawakib, M.Pd., menegaskan bahwa rekomendasi ini lahir dari kegelisahan para ulama dan alumni pesantren terhadap sejumlah kegiatan masyarakat yang dinilai mulai keluar dari jalur nilai-nilai religius dan kultural.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyampaikan beberapa rekomendasi kepada eksekutif, legislatif, dan yudikatif Kabupaten Sumenep sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial, budaya, dan moral di daerah ini,” ujar KH. Khalil, Sabtu (28/06/2025)

Menurutnya, pelaksanaan parade Thong-thong dan karnaval budaya yang seharusnya menjadi ruang ekspresi seni rakyat, perlu ditata agar tidak melalaikan masyarakat dari salat dan tidak melanggar batas etika beragama. MASSA PONTREN merekomendasikan waktu pelaksanaan parade agar tidak bertabrakan dengan waktu-waktu salat:

Baca Juga :  Dandim 0827/Sumenep Lepas Satu Perwira Purna Tugas

– Pagi hari: pukul 09.00 – 13.00 WIB

– Malam hari: pukul 19.30 – 24.00 WIB

Mendukung inisiatif ini, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan para tokoh agama dan masyarakat dalam membimbing publik secara bijaksana.

“Untuk hal ini bisa dibangun kerja sama antara para kiai, tokoh masyarakat, juga NU, MUI dan Forkopimda agar saling memberi pengetahuan kepada masyarakat. Khususnya kepada para wali santri atau wali murid, yang merupakan bagian penting dalam mendidik anak-anak kita. Saya juga menyetujui bahwa parade budaya lebih baik dilaksanakan pada pagi hari,” ujar Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim.

Sementara itu, KR.Arya M. Rusli, Humas MASSA PONTREN, menegaskan bahwa rekomendasi ini bukan bentuk anti terhadap kebudayaan, melainkan ikhtiar para ulama untuk menjaga kehormatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial.

“Kami tidak sedang memusuhi budaya. Tapi kami ingin budaya berjalan seiring dengan ibadah, bukan menggantikannya. Hiburan yang baik adalah yang tidak menenggelamkan zikir, salat, dan akhlak. Itu yang ingin kami jaga,” tutur Kiyai Arya Rusli dengan lugasnya.

Lebih lanjut, MASSA PONTREN juga mengangkat masalah penyakit masyarakat seperti prostitusi terselubung, perjudian sabung ayam, hingga peredaran minuman keras yang dianggap sebagai ancaman serius bagi moralitas generasi muda.

Baca Juga :  Polres Sumenep Ungkap Kasus Penipuan dan Penggelapan Sepeda Motor, Pelaku Dibekuk di Pamekasan

Oleh sebab itu, MASSA PONTREN mendorong penegakan terhadap sejumlah regulasi, termasuk:

– PERDA Larangan Prostitusi Nomor 03 Tahun 2002

– PERDA Miras Nomor 01 Tahun 2023

– PERDA Nomor 15 Tahun 2013

Baca Juga :  Polres Sumenep Terjunkan 100 Personil Dalam Pengamanan Unras APS ke Kantor Cabang BSI Sumenep

Surat rekomendasi tersebut ditandatangani oleh KH. Khalil Kawakib sebagai Ketua, KH. Ach Fauzi sebagai Sekretaris, serta KH. Thoifur Ali Wafa sebagai Pembina MASSA PONTREN.

“Semoga ini menjadi kontribusi nyata dalam membentuk masyarakat yang tidak hanya meriah dalam budaya, tapi juga teguh dalam iman. Kita ingin Sumenep tumbuh sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” pungkas KH. Khalil. (REDJAVA****)

 

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU