Kapal Tak Lagi Berlayar: Harapan Warga Kepulauan pun Terombang-ambing

Sabtu, 3 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KWK H. Syafiudin

Ketua KWK H. Syafiudin

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di antara debur ombak dan desir angin laut Madura, sebuah harapan perlahan karam bersama kapal yang tak lagi berlayar.

PT Sumekar Line, yang dahulu dielu-elukan sebagai jembatan emas bagi warga kepulauan di Kabupaten Sumenep, kini mendadak lumpuh.

Penyebabnya bukan badai, melainkan keterlambatan gaji yang menyesakkan: delapan bulan tanpa kepastian untuk para awaknya.

Kondisi ini memantik kepedihan kolektif masyarakat pulau, yang selama ini menggantungkan denyut kehidupan pada transportasi laut tersebut.

Lebih dari sekadar moda angkut, Sumekar Line adalah nafas ekonomi, penghubung keluarga, dan penjaga peradaban pulau-pulau kecil yang jauh dari sorotan.

Baca Juga :  Danrem 084/Bhaskara Jaya Tutup TMMD ke-127 di Sumenep, Dorong Percepatan Pembangunan Desa

Di tengah gejolak itu, Ketua Komunitas Warga Kepulauan (KWK), H. Safiudin, SH., MH., angkat bicara dengan ketenangan seorang penyelaras gelombang.

Dari kediamannya, ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis yang melanda.

“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Kami sedang mencari siapa yang peduli. Kapal ini adalah simbol harapan bagi warga kepulauan. Ketika ia berhenti, maka berhentilah roda kehidupan di pulau-pulau kami.” katanya, Sabtu (03/05/2025).

H. Safiudin tidak berdiri sendiri. KWK telah menjalin komunikasi intensif dengan DPRD Sumenep, mendorong langkah konkret dan solutif.

Baca Juga :  Peringati HAB ke-79, Kepala Kemenag Sumenep Serahkan Piagam Penghargaan dan Sertifikat Tanah Wakaf

Namun, sorotan utamanya tetap pada upaya perbaikan struktural manajemen perusahaan agar kejadian ini tidak menjadi siklus luka yang berulang.

“Kami paham, para karyawan pun manusia. Delapan bulan tanpa gaji bukan sekadar hitungan angka, tapi luka nurani. Mereka tidak menolak berlayar karena enggan bekerja, tetapi karena hak mereka tertambat di dermaga ketidakpastian,” tuturnya.

Akibat macetnya operasional Sumekar Line, para pedagang dan pelaku usaha di kepulauan kini menanggung beban ganda: biaya logistik membengkak dan ritme distribusi terganggu.

Baca Juga :  Polres Sumenep Ikuti Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim Tahap II Aspek Pelaksanaan dan Pengendalian

Tak sedikit dari mereka terpaksa mengurangi stok bahkan menutup usaha sementara.

“Kami tak ingin menyalahkan. Kami hanya ingin didengarkan. Saat masyarakat pulau menangis, mestinya seluruh daratan ikut mendengar.” tegasnya.

Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar janji pemulihan, melainkan keberanian untuk menghadirkan solusi yang menyentuh akar.

Pemerintah daerah, direksi perusahaan, dan seluruh elemen terkait didesak turun tangan dengan langkah terukur, cepat, dan manusiawi.

“Jangan biarkan kapal harapan ini terus tertambat karena kelalaian kita bersama,” pungkas H. Piu, sapaan akrabnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Kelangkaan BBM Subsidi Ancam Keuntungan Petani Tembakau Sumenep, Gapoktan Angkat Bicara
Hadapi Era Digital, MUI Sumenep Bekal Da’i Ilmu Personal Branding
Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Pastikan Data Tak Ada Hubungannya dengan Pajak
Danrem Bhaskara Jaya Tegaskan MANTAP Jadi Pedoman Tugas Prajurit Kodim Sumenep
Cuaca Sumenep Stabil, BMKG Ingatkan Risiko Dehidrasi dan Gelombang Laut
Diskop UKM Sumenep Perketat Pengawasan, Pastikan Koperasi Berjalan Sesuai Aturan
Sulaisi Perkuat Fondasi APSI Lewat Konsolidasi Nasional dan Literasi Digital
Disdik Sumenep Bangga, Meisye Sri Angraini Sumbang Medali Perunggu di O2SN Jawa Timur

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:31 WIB

Kelangkaan BBM Subsidi Ancam Keuntungan Petani Tembakau Sumenep, Gapoktan Angkat Bicara

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:58 WIB

Hadapi Era Digital, MUI Sumenep Bekal Da’i Ilmu Personal Branding

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:36 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Pastikan Data Tak Ada Hubungannya dengan Pajak

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:59 WIB

Danrem Bhaskara Jaya Tegaskan MANTAP Jadi Pedoman Tugas Prajurit Kodim Sumenep

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:08 WIB

Cuaca Sumenep Stabil, BMKG Ingatkan Risiko Dehidrasi dan Gelombang Laut

Berita Terbaru