JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah langkah progresif tengah digencarkan oleh Samsat Sumenep melalui operasi gabungan bersama Satlantas Polres Sumenep, Bapenda Sumenep dan Jasa Raharja.
Operasi ini bukan sekadar penegakan aturan, melainkan sebuah gerakan besar untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar tertib administrasi kendaraan dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.
Dalam operasi tersebut, kendaraan berpelat dalam ataupun luar menjadi sasaran utama khususnya bagi motor yang STNK nya mati untuk segera diperpanjang
Pemiliknya diminta segera melakukan proses balik nama ke pelat M Sumenep, terutama setelah diberlakukannya kebijakan penghapusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ke-2 (BBN II).
Artinya, warga kini bisa balik nama kendaraan secara gratis, tanpa dipungut biaya BBN II.
Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Sumenep, Samtiono, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, sekaligus peluang emas untuk memperkuat basis pendapatan asli daerah (PAD).
“Jangan tunda lagi. Sekarang BBN II sudah gratis. Balik nama kendaraan bukan hanya urusan administrasi, tapi juga soal kepedulian kita membangun daerah sendiri,” kata Samtiono kepada media ini, Selasa (29/04/2025).
Menurutnya, kendaraan luar daerah yang digunakan di Sumenep selama bertahun-tahun tanpa proses balik nama, ibarat menyumbang pajak ke daerah asal, bukan ke tempat kendaraan itu beroperasi sehari-hari.
Padahal, jika balik nama dilakukan, pajak kendaraan akan masuk ke kas Jawa Timur dan memberikan efek langsung ke pembangunan fasilitas umum, infrastruktur, dan pelayanan publik di Sumenep.
Samtiono menambahkan, Samsat Sumenep tidak hanya melakukan penegakan melalui operasi lapangan, tetapi juga gencar melakukan edukasi, sosialisasi, dan pelayanan jemput bola melalui Samsat Keliling, Samsat Desa, dan pelayanan berbasis digital.
“Ini bukan semata razia. Kami hadir untuk melayani, memberi solusi, dan mendorong partisipasi warga. Semakin banyak yang sadar pajak, semakin cepat pula kemajuan daerah ini kita rasakan bersama,” pungkasnya.
Langkah tegas namun humanis ini diprediksi akan menjadi topik hangat di tengah masyarakat, terutama karena menyentuh isu yang dekat dengan keseharian: kendaraan, pajak, dan tanggung jawab sosial.
Dengan momentum BBN II gratis ini, Samsat Sumenep berharap ribuan kendaraan luar daerah yang masih mondar-mandir di jalanan Sumenep segera beralih menjadi milik resmi daerah, menyumbang langsung untuk kemajuan tanah kelahirannya. (REDJAVA****)











