Pasca Idulfitri, Harga Cabai Rawit di Sumenep Meluncur Turun Drastis

- Redaksi

Selasa, 8 April 2025 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala UPT Pasar Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep H. Ibnu Hajar

Plt. Kepala UPT Pasar Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep H. Ibnu Hajar

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Euforia Idulfitri 1446 Hijriah belum sepenuhnya usai, namun geliat pasar tradisional di Kabupaten Sumenep telah menunjukkan dinamika menarik.

Salah satu yang paling mencolok adalah anjloknya harga cabai rawit, dari yang sempat menembus langit Rp200 ribu per kilogram, kini turun drastis menjadi hanya Rp70 ribu.

Penurunan harga ini terpantau di sejumlah pasar tradisional, salah satunya Pasar Anom Baru, pada Selasa (8/4/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini tak hanya memberi napas lega bagi masyarakat, tapi juga menjadi indikasi awal stabilisasi pasca-momentum hari raya.

Plt. Kepala UPT Pasar Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, H. Ibnu Hajar, membenarkan tren penurunan harga tersebut.

Baca Juga :  BMKG Stasiun Kalianget Prediksi Puncak Musim Hujan Terjadi Akhir Bulan Januari

Ia menjelaskan, lonjakan harga cabai saat lebaran adalah hal yang nyaris musiman, dipicu oleh ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan.

“Menjelang dan saat Idulfitri, permintaan cabai meningkat tajam, sementara pasokan dari petani menurun karena banyak yang libur panen. Itu yang membuat harga melonjak hingga Rp200 ribu per kilogram,” ujar Ibnu Hajar saat dikonfirmasi media, Selasa (08/04/2025).

Namun sejak tiga hari setelah Lebaran, lanjutnya, kondisi pasar mulai normal.

Distribusi cabai dari sentra pertanian kembali lancar, stok di tangan pedagang bertambah, dan harga pun terkoreksi signifikan.

“Kami pantau langsung ke lapangan. Saat ini harga cabai rawit sudah turun ke kisaran Rp70 ribu per kilogram. Ini indikasi positif bahwa pasar mulai stabil,” jelasnya.

Tak hanya cabai, sejumlah komoditas strategis lain juga mengalami penurunan harga. Bawang merah lokal asal Jawa yang semula dijual Rp42 ribu per kilogram, kini berada di angka Rp38 ribu.

Baca Juga :  BNNK Sumenep Evaluasi Pendidikan Anti Narkoba pada Keluarga: Perkuat Peran Orang Tua Sebagai Garda Terdepan

Sementara bawang merah impor asal India turun dari Rp24 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Ibnu Hajar menegaskan, pihaknya akan terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok, khususnya di pasar-pasar tradisional.

Baca Juga :  Dirgakkum Korlantas : Polri Turunkan 1.438 Personil Polantas Kawal Pergerakan Tamu VIP-VVIP KTT IAF ke-2 di Bali

Langkah ini dilakukan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan tidak terganggu gejolak harga.

“Kami akan jaga komunikasi dengan para pedagang dan pemasok. Prinsipnya, pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat,” pungkasnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi cuaca, stabilitas harga pangan lokal menjadi kabar baik yang patut diapresiasi.

Sumenep pun membuktikan, dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan pedagang, ketahanan pangan bukan sekadar jargon melainkan kenyataan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Polresta Sumenep Raih Pelayanan Prima A, Bukti Nyata Komitmen Layani Masyarakat
Siswa MAN Sumenep Unjuk Gigi di Ajang Provinsi, Mini Drama Angkat Moderasi Beragama dan Budaya Lokal
Atlet Muda Sumenep Cetak Prestasi di Lamongan, Ketua PBSI: Semoga Jadi Semangat Atlet Lain
Rangkaian Mubes BEM-KM STAIM, Debat Kandidat Bongkar Strategi Membangun Organisasi Progresif
Jambore Kwarran Dasuk 2026 Digelar, 509 Pramuka Merajut Kebersamaan Menuju Indonesia Emas
BMPD Sumenep Kalah 3-2, Hairil Fajar: Kebersamaan Jadi Kemenangan Sesungguhnya
Poppy Popper Pecah di Bapenda Sumenep, Semarak HUT RI ke-81 Penuh Kebersamaan
HUT RI Ke-81, Pemkab Sumenep Berikan Insentif Fiskal 81 Persen Ringankan Piutang PBB-P2 Warga

BERITA TERKAIT

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:34 WIB

Polresta Sumenep Raih Pelayanan Prima A, Bukti Nyata Komitmen Layani Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:07 WIB

Siswa MAN Sumenep Unjuk Gigi di Ajang Provinsi, Mini Drama Angkat Moderasi Beragama dan Budaya Lokal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Atlet Muda Sumenep Cetak Prestasi di Lamongan, Ketua PBSI: Semoga Jadi Semangat Atlet Lain

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Rangkaian Mubes BEM-KM STAIM, Debat Kandidat Bongkar Strategi Membangun Organisasi Progresif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Jambore Kwarran Dasuk 2026 Digelar, 509 Pramuka Merajut Kebersamaan Menuju Indonesia Emas

BERITA TERBARU