JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi Pendidikan Anti Narkoba pada Keluarga, Rabu (13/8/2025) di KPRI Serba Usaha Sumenep.
Kegiatan ini bertujuan untuk menilai capaian program sekaligus memperkuat strategi pencegahan narkoba melalui peran aktif keluarga.
Peserta kegiatan meliputi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), Fatayat NU Kabupaten Sumenep, Muslimat NU Kabupaten Sumenep, Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan, Tim Penggerak PKK tingkat desa, serta pemerintah desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno, SE, MM, menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama yang harus membentengi generasi muda dari ancaman narkoba.

“Pendidikan anti narkoba harus dimulai dari rumah. Peran orang tua sangat penting, mulai dari memberi teladan, membangun komunikasi yang baik, hingga menanamkan nilai-nilai positif sejak dini,” ujarnya.
Bambang menyebut, evaluasi ini menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan program, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, dan menyusun langkah perbaikan.
“Dengan evaluasi, kita bisa memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata di masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap hasil evaluasi ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga dalam mencegah peredaran serta penyalahgunaan narkotika di Sumenep.
“Pencegahan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama demi menyelamatkan masa depan generasi penerus,” pungkasnya. (REDJAVA****)









