JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana malam lebaran ketupat yang semula tenang di Jalan Raya Gapura mendadak berubah tegang.
Sekitar pukul 20.49 WIB, kobaran api tampak menyala di depan Toko Suramadu 2, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, Minggu malam (6/4/2025).
Sebuah insiden kecil, namun cukup mengejutkan warga sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan pertama datang dari seorang warga bernama Hafis, yang dengan sigap menghubungi Call Center 112 Kabupaten Sumenep.

Ia melaporkan adanya percikan api yang diduga kuat berasal dari korsleting listrik.
Respons cepat langsung dilakukan. Tak butuh waktu lama, satu unit armada pemadam kebakaran meluncur ke lokasi, menembus lalu lintas malam dan memastikan api tidak menjalar lebih luas.
Dalam hitungan menit, petugas berhasil mengendalikan si jago merah yang mulai merayap.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP & Damkar) Kabupaten Sumenep, melalui Kepala Bidang Damkar, Sugiyanto, memastikan bahwa penanganan berlangsung cepat dan efektif.

“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak. Api berhasil kami padamkan sebelum sempat merembet ke bangunan lain. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Sugiyanto kepada media, Minggu (06/04/2025) malam.
Meski insiden ini tergolong ringan, pihak Damkar tetap melakukan pendataan di lokasi guna mengidentifikasi potensi kerugian materiil yang ditimbulkan.
Lebih dari itu, peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya kewaspadaan terhadap sistem kelistrikan di lingkungan rumah dan tempat usaha.

“Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik. Korsleting adalah pemicu utama kebakaran, apalagi di tengah cuaca yang sedang panas dan kering seperti saat ini,” tegasnya.
Satpol PP & Damkar Sumenep juga mengajak seluruh warga untuk tidak menunda laporan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau situasi mencurigakan lainnya. Layanan darurat 112 selalu siaga 24 jam untuk masyarakat.
“Kesigapan petugas malam ini tidak hanya memadamkan api, tapi juga menyalakan harapan bahwa dengan koordinasi yang cepat, bencana bisa dicegah, dan keselamatan tetap terjaga,” pungkas Sugik sapaan akrabnya. (REDJAVA****)








