JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Nama Sadey Gozal bukan sekadar legenda, melainkan mahakarya yang terus berdenyut dalam nadi musik Madura.
Ia bukan hanya saksi sejarah, tetapi juga arsitek melodi yang telah menemani berbagai generasi. Dalam peringatan Hari Musik Nasional 2025, gaung namanya kembali menggema, membuktikan bahwa musik sejati tak pernah mengenal usia, tak pernah tergerus oleh waktu.
Sosok yang dikenal dengan senyum hangat dan energi tanpa batas ini menjadi bintang dalam program spesial “Inspirasi Akhir Pekan”, di mana ia berbagi kisah panjang perjalanannya di dunia musik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam suasana penuh nostalgia, Sadey Gozal menuturkan bagaimana musik telah menjadi ruh dan nafas hidupnya, bukan sekadar hiburan, melainkan filosofi yang menyatukan manusia dalam harmoni yang tak terbatas.
“Musik itu bukan sekadar nada dan lirik. Ia adalah jiwa yang menghidupkan manusia, menyatukan perbedaan, dan mengabadikan kenangan,” ungkapnya kepada media ini, Senin (10/03/2025).
Bagi masyarakat Madura, nama Sadey Gozal bukan hanya dikenang sebagai musisi, tetapi juga sebagai ikon kebanggaan yang meleburkan seni dengan nilai-nilai budaya lokal.
Lagu-lagunya yang sarat pesan moral telah menjadi warisan yang mengakar kuat dalam identitas masyarakat Sumenep.
Dalam momentum peringatan Hari Musik Nasional 9 Maret 2025, Sadey Gozal menyoroti peran musik yang jauh lebih dalam dari sekadar seni hiburan.
Baginya, musik adalah cerminan peradaban, pengikat persatuan, dan kekuatan yang dapat menggerakkan bangsa.
“Musik adalah saksi sejarah. Ia membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai luhur, dan menjadi jembatan pemersatu yang melampaui sekat sosial maupun geografis,” tegasnya.
Lebih dari itu, Sadey juga menyoroti betapa besar potensi musik sebagai sumber daya ekonomi yang selama ini kurang mendapatkan perhatian serius.
“Industri musik tidak hanya tentang panggung dan popularitas. Di baliknya ada ribuan orang yang menggantungkan hidup, mulai dari musisi, pencipta lagu, produser, hingga para pekerja seni lainnya. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus lebih menghargai serta memberikan ruang bagi para pelaku industri musik untuk terus berkembang,” ujarnya.
Hari Musik Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan momen refleksi bagi para pelaku industri kreatif untuk terus berinovasi dan menggali potensi yang ada.
Sadey Gozal berharap agar ekosistem musik di Indonesia semakin dihargai, bukan hanya sebagai sarana ekspresi, tetapi juga sebagai elemen penting dalam pembangunan kebudayaan bangsa.
“Indonesia memiliki khazanah musik yang luar biasa. Jika dikelola dengan serius, bukan hanya menghibur, tetapi juga bisa menjadi kebanggaan nasional yang bergaung hingga ke tingkat dunia,” pungkasnya.
Sadey Gozal bukan hanya sekadar nama. Ia adalah legenda yang akan terus bernyanyi dalam ingatan, seperti simfoni yang tak akan pernah berakhir. (REDJAVA****)









