JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Sebuah tradisi yang penuh makna kembali digelar di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Sumenep. Tasyakkur Akhiris Sanah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan perayaan jiwa, refleksi spiritual, dan wujud syukur atas perjalanan ilmu para santri yang telah ditempuh sepanjang tahun.
Acara ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perjuangan para santri dalam mengembangkan keilmuan dan membangun karakter berbasis nilai-nilai Islam.
Tahun ini, acara sakral tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 22 Februari 2025, mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai. Sebuah momentum yang dinanti-nanti, di mana setiap santri, guru, hingga masyarakat sekitar berkumpul dalam suasana penuh keberkahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya menjadi ajang syukur, Tasyakkur Akhiris Sanah juga menjadi sarana introspeksi bagi seluruh civitas pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Menghadirkan sosok ulama yang penuh hikmah, KH. M. Zainur Rahman Hammam, Pengasuh Pondok Pesantren Al Muqri, Prenduan, yang juga menjabat sebagai Wakil Rois Syuriah PCNU Sumenep,
acara ini dipastikan akan sarat dengan ilmu dan pesan kebijaksanaan. Tausiyah beliau akan menjadi lentera bagi santri dalam menapaki jalan ilmu dan menghidupkan nilai-nilai Islam di setiap aspek kehidupan.
Dengan pengalaman panjang dalam dunia pesantren, beliau akan berbagi wawasan yang mendalam mengenai pentingnya keikhlasan dalam menuntut ilmu dan bagaimana seorang santri seharusnya mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
Tak kalah istimewa, Dr. KH. Zamzami Sabiq, M.Psi., akademisi sekaligus Wakil Pengasuh Ponpes Nasyrul Ulum Aengdake Bluto, juga akan hadir sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, beliau akan mengupas tuntas betapa pendidikan pesantren memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter santri yang tangguh, berwawasan luas, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Islam.
“Dimana di tengah arus deras globalisasi, pesantren tetap menjadi benteng moralitas yang kokoh. Beliau juga akan menyoroti bagaimana pesantren bisa menjadi tempat pengembangan diri yang tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga keterampilan hidup yang berguna di masyarakat,” kata Dr. Zamzami Sabiq, mpsi kepada media ini, Sabtu (22/02/2025).
Namun, Tasyakkur Akhiris Sanah ini bukan hanya tentang mendengar tausiyah dan berdzikir. Lebih dari itu, ini adalah panggung bagi para santri untuk melihat sejauh mana perjalanan mereka selama satu tahun terakhir.
“Evaluasi bukan sekadar angka dan nilai, tetapi juga refleksi diri, seberapa banyak ilmu yang telah diamalkan? Seberapa dalam akhlak telah tertanam?,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, santri didorong untuk tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dalam setiap aspek kehidupannya.
Selain menjadi ajang refleksi, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan lain seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan kesenian islami, hingga pemberian penghargaan kepada santri-santri berprestasi.
“Setiap sesi yang digelar memiliki makna mendalam yang mengajarkan santri untuk selalu rendah hati dan bersyukur atas segala pencapaian yang telah diraih,” jelasnya.
Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan dapat memotivasi para santri untuk semakin tekun dalam belajar dan beribadah.
Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Bluto terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga insan yang berakhlak mulia.
“Acara ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren tetap relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman. Dengan pembelajaran berbasis adab dan akhlak, pesantren mampu mencetak kader-kader Islam yang memiliki ketangguhan dalam menghadapi dinamika kehidupan,” ujarnya.
Tak hanya dihadiri oleh para santri dan wali santri, acara ini juga terbuka bagi masyarakat luas. Bahkan, bagi yang tidak bisa hadir langsung, Tasyakkur Akhiris Sanah tahun ini akan disiarkan secara live melalui platform digital.
Ini bukan sekadar acara internal pesantren, tetapi juga momen untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat ikatan kebersamaan.
“Melalui siaran digital ini, masyarakat yang berada jauh dari lokasi pesantren pun masih bisa merasakan keberkahan dan hikmah yang tersampaikan dalam setiap sesi acara,” pungkasnya.
Antusiasme yang membuncah di kalangan santri dan masyarakat menandakan bahwa perhelatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan peristiwa besar yang menyemai keberkahan dan menyatukan hati dalam ikatan spiritual yang kuat.
Tak berlebihan jika acara ini berpotensi menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media digital. Lebih dari sekadar acara seremonial, Tasyakkur Akhiris Sanah adalah bukti bahwa pesantren masih menjadi tiang utama dalam membangun karakter umat yang berakhlakul karimah. (REDJAVA****)









