JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Era digital telah membawa berbagai perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk bagi anak-anak dan remaja yang semakin akrab dengan media sosial.
Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga menyimpan ancaman jika tidak digunakan dengan bijak.
Menyadari hal ini, SDN Panaongan III menghadirkan sosok tiktoker dan seniman ternama Sumenep, Deni Puja Pranata, dalam program edukatif bertajuk Guru Tamu untuk membimbing para siswa dalam menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung meriah pada Kamis (20/2) ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang potensi media sosial sebagai sarana edukasi sekaligus bahaya yang mengintai, seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan konten negatif.
Deni, yang dikenal luas dengan persona uniknya sebagai “Mana-mana” dan konsisten mengangkat budaya lokal dalam karyanya, membagikan pengalaman serta strategi menggunakan media sosial secara positif.
Dalam sesi interaktif yang dipenuhi gelak tawa, Deni tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi langsung tentang cara memanfaatkan media sosial untuk menyalurkan kreativitas dan menyebarkan konten positif.
Siswa diberikan kesempatan bertanya seputar penggunaan platform digital, bagaimana cara melindungi diri dari dampak buruk internet, hingga bagaimana membangun citra yang baik di dunia maya.
“Kita harus bisa mengendalikan media sosial, bukan justru dikendalikan olehnya. Manfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, dan membangun jejaring positif,” kata Deni di hadapan para siswa yang tampak antusias.
Sementara itu, Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya program ini.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam pendidikan akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter siswa agar siap menghadapi tantangan era digital.
“Kami ingin para siswa tidak hanya mahir dalam mata pelajaran, tetapi juga cerdas dalam bersosial media. Dengan menghadirkan influencer seperti Mas Deni, kami berharap anak-anak mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak,” ungkap Agus.
Program ini mendapat apresiasi luas dari para orang tua dan guru, yang menilai bahwa pembekalan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak di era modern.
Edukasi digital sejak dini diyakini mampu membentuk kebiasaan positif dalam memanfaatkan teknologi.
Di akhir sesi, Deni berharap agar para siswa bisa lebih kritis dan selektif dalam mengonsumsi serta membagikan informasi di media sosial.
Ia juga mendorong mereka untuk terus menggali kreativitas dan menjadikan media sosial sebagai wadah produktif.
“Jadilah pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab. Jangan hanya menjadi konsumen, tapi juga jadilah kreator yang membawa manfaat bagi banyak orang,” pesannya sebelum menutup acara.
Dengan suksesnya program ini, SDN Panaongan III menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran digital yang tinggi.
Program Guru Tamu diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan zaman. (REDJAVA****)












