Ikhtiar Puskesmas Pandian Bebaskan Demam Berdarah Dengue

- Redaksi

Minggu, 16 Juni 2024 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Foging Puskesmas Pandian Saat memberantas Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)

Petugas Foging Puskesmas Pandian Saat memberantas Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kesehatan adalah salah satu faktor penting demi keberlangsungan hidup manusia, oleh karena itu kita dituntut untuk selalu menjaga dan merawat kesehatan tubuh kita agar senantiasa dalam keadaan sehat serta dapat melaksanakan dalam kesehariannya.

Pada tanggal 15 Juni kemarin diperingati sebagai “Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN (ASEAN Dengue Day)”, peringatan ini dalam rangka meningkatkan kesadaran akan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian serta intervensi terhadap Demam Berdarah, khususnya di negara ASEAN.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah lama merilis peringatan hari Demam Berdarah Dengue ASEAN tahun 2024 yang bertajuk “Wujudkan Indonesia Bebas Dengue” dengan slogan Basmi Dengue dengan 3 M plus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari itulah, Puskesmas Pandian sebagai sarana Pela kesehatan masyarakat melalui pelayanan berbasis masyarakat dan perorangan sudah melakukan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam penanganan kasus Demam Berdarah (DB).

Upaya promotif dilakukan bersama koordinator promosi kesehatan untuk memberikan penyuluhan terhadap masyarakat tentang demam berdarah. Penyuluhan itu sendiri berisikan tentang bagaimana penyakit demam berdarah bisa ditularkan gejala, tanda bahaya dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan di rumah.

Memperdayakan kader jumantik di setiap desa yang masuk wilayah Puskesmas Pandian itu merupakan upaya Puskesmas Pandian dalam membasmi demam berdarah di wilayah kerja Puskesmas Pandian, Kecamatan Kota Sumenep.

Baca Juga :  Tim Basket Putra MAN Sumenep Pertahankan Tradisi Final Four di Ajang Atom Mansas Basketball Championship 2025

Dalam upaya kesehatan perorangan Puskesmas Pandian dapat memberikan pelayanan kuratif berupa perawatan rawat inap di Puskesmas. Namun tatalaksana di Puskesmas yang terbatas pada pelayanan tingkat pertama, maka kasus demam berdarah dengue yang termasuk dalam kasus berat akan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.

Puskesmas Pandian melalui tenaga survailence terus melakukan pendataan kasus terlaporkan demam berdarah dengue untuk dilakukan pencatatan dan pelaporan ke Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Data tersebut juga menjadi dasar untuk melakukan koordinasi dengan pihak desa di wilayah kerja Puskesmas Pandian untuk melakukan pencegahan berupa kegiatan fogging di desa.

Sekilas Informasi Tentang Demam Berdarah Dengue yang ditulis oleh dr. Rhesa Dwi Arianti Rachim di wibsite puskesmaspandian.sumenepkab.go.id.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menggigit penderita yang lebih dahulu terinfeksi virus dengue dan nyamuk tersebut menjadi pembawa virus.

Bila nyamuk tersebut menggigit orang lain, maka orang lain tersebut akan menderita demam berdarah. Oleh karena itu, demam berdarah tidak dapat menyebar dari orang ke orang. Penyakit ini biasanya menyerang saat musim penghujan. Musim penghujan yang lembab dan banyak genangan air menyebabkan perkembangbiakan nyamuk meningkat. Penyakit ini bisa terjadi pada anak-anak maupun dewasa.

Baca Juga :  KKN Universitas Annuqayah Posko 16 Gelar Baksos Bersih-Bersih Sungai Nung Cangkelek Rubaru

Fase demam berdarah disebut seperti ‘siklus pelana kuda’ dimana demam pada hari 1-3 merupakan fase demam. Demam pada hari 4-6 merupakan fase kritis dimana demam pada anak mulai turun. Demam pada hari 7-8 merupakan fase pemulihan. Pada fase kritis lah anak rentan mengalami perburukan gejala walaupun demam didapatkan turun.

Gejala yang dapat timbul pada fase kritis yaitu perdarahan hebat, muntah dan nyeri perut hebat, serta dehidrasi. Apabila tidak segera ditangani maka dapat jatuh ke dalam kondisi syok. Dan syok yang tidak segera mendapat penanganan yang tepat akan berakibat kematian.”

Tentang upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue dengan “Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dan Gerakan 3M Plus”.

Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik adalah :

– Mensosialisasikan dan menggerakkan anggota keluarga untuk melakukan PSN 3M-Plus

– Memeriksa dan memberantas tempat perindukan nyamuk di lingkungan rumah

– Mengisi kartu pemeriksaan jentik nyamuk

– Memberikan larvasida pada tempat penampungan air yang susah untuk dikuras

– Jangan Lupa, melakukan PSN 3M Plus serentak di seluruh rumah di lingkungan masing-masing

Basmi Dengue dengan 3M Plus, yaitu :

– Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin
– Menutup rapat semua tempat penyimpanan air
– Memanfaatkan limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang).
– Memelihara ikan pemakan jentik
– Memakai repellent atau lotion anti nyamuk
– Tidak menggantung pakaian di luar lemari
– Menanam tanaman pengusir nyamuk
– Tidur menggunakan kelambu
– Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
– Gotong royong membersihkan lingkungan dan sarang nyamuk setiap minggu
– Menjaga ruangan agar tidak gelap dan lembab
– Pasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
– Memberikan larvasida di tempat yang sulit di kuras/daerah sulit air
– Mengeringkan tempat lain yang dapat menampung air hujan.

Baca Juga :  Angkat Tema "Mengatasi Permasalahan Daerah Dalam Majukan Sumenep", KPU Sumenep Gelar Debat Publik Perdana Pilkada Sumenep

Pada kesempatan itu Kepala Puskesmas Pandian dr. Fatimah Insyoniah juga menyampaikan kepada media ini bahwa Puskesmas Pandian akan selalu memberikan pesan atau informasi penting setiap kegiatan lewat wibsite puskesmaspandian.sumenepkab.go.id, serta media sosial lainnya seperti tiktok dan instagram. Dan bagi masyarakat yang ingin mengetahui setiap kegiatan kami, silahkan untuk mengunjungi wibsite yang sudah tersedia

Selain dari itu dr. Fatimah Insyoniah juga memberikan pesan kepada masyarakat yang ada di lingkup kerjanya,

“Untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue itu semua tergantung dari kesadaran masyarakatnya, kami hanya bisa memberikan edukasi, pencegahan dan pengobatan, untuk selebihnya tergantung pada mereka” kata Kapus Pandian pada media ini, Minggu (16/06/2024). (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU