JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep melalui Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdatul Ulama (LKKNU) berkolaborasi dengan Lembaga Ta’lif Wan-Nasyar Nahdatul Ulama (LTNNU) Sumenep meluncurkan film pendek.
Kegiatan launching film pendek berjudul Maslahat bertempat di Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Senin (30/10/2023).
Film Maslahat yang dinanti-nanti oleh kaum masyarakat dan kaum Nahdiyin ini dirilis pada tahun 2023 mengisahkan perjodohan yang lumrah di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Film yang menceritakan pasangan keluarga muda mudi yang diperankan Dayat Ruler (Pak Badri) dan Nurwaida (Bu Badri) menjadi sorotan masyarakat, khususnya kawula muda.
Sementara itu, Ketua LKKNU Sumenep, Raudlatul selaku produser film Maslahat mengatakan film ini berangkat dari hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.
‘Ternyata di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep pernikahan usia dini masih dilakukan oleh sebagian masyarakat disana,” kata Ketua LKKNU Sumenep Raudlatul, Kamis (02/11/2023).
Dengan diluncurkannya film ini, pihaknya memberikan edukasi kepada warganet, dengan memasukkan pondasi keluarga maslahat di dalam film tersebut, yaitu Mubadalah atau kesalingan.
“Film pendek ini juga memberikan gambaran atau cerita tentang relasi kerja sama antara suami istri dalam menjalankan perannya dalam rumah tangga,” ungkapnya.
Lebih lanjut Raudatul menceritakan bahwa Pak Badri rela menjemur baju kendati dirinya dicibir tetangga, sedangkan Bu Badri menanak nasi dan menggoreng ikan di dapur.
Disaat Pak Badri ingin menjodohkan putrinya (Sarah) dengan anak temannya, kata Raudlatul melanjutkan bercerita, anaknya (Sarah) menolak karena ingin melanjutkan pendidikan dan menggapai cita-citanya.
“Akhirnya problema tersebut dapat diselesaikan dengan bermusyawarah. Jika penasaran, silahkan tonton di tivina orang NU Sumenep,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang berbeda, Kepala IT TVNU Sumenep, Lora Ahmad Hirzi menyampaikan film ini diselesaikan oleh timnya sebagai bentuk penghormatan untuk keindahan keluarga harmonis.
“Film ini merupakan cerminan dari harmoni, cinta dan persatuan yang dirasakan setiap hari dalam kehidupannya seseorang yang berkeluarga,” kata Lora Ahmad Hirzi.
Lora Ahmad Hirzi menambahkan bahwa film ini adalah bentuk penghormatan kepada ikatan keluarga kuat, yang selalu hadir di saat kita membutuhkan mereka.
“Semoga film ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, akan pentingnya keluarga dan bagaimana kita bisa menciptakan kemaslahatan dan kebahagiaan,” tutup Alumni Ponpes Al-Falah Ploso Kediri itu. (REDJAVA****)









