JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Momentum Ramadhan kembali menghadirkan ruang kolaborasi yang penuh makna. Radio Pragaan Station bersama Naghfir’s Institute sukses menggelar penyerahan hadiah bagi para pemenang kuis religi yang telah berlangsung sejak awal bulan suci.
Bertempat di Kantor Kecamatan Pragaan, Selasa (17/03/2026), sebanyak 27 pemenang menerima souvenir sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan dan kecermatan mereka dalam menjawab berbagai pertanyaan keagamaan yang disiarkan melalui radio lokal tersebut.
Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Kehadirannya menjadi simbol komitmen dalam membangun tradisi literasi keagamaan yang lebih kuat di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, Selasa kemarin kita bisa berbagi kebahagiaan melalui penyerahan hadiah kuis Ramadhan ini. Ini bukan sekadar hadiah, tetapi bagian dari ikhtiar membangun tradisi berpikir dan memperdalam nilai-nilai agama,” ujar Dr. Naghfir kepada media ini, Kamis (19/03/2026).
Ia menegaskan bahwa media radio memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat secara luas, sekaligus menjadi sarana edukasi yang efektif, khususnya di bulan Ramadhan.
“Radio seperti Pragaan Station mampu masuk ke ruang-ruang keluarga dan menjadi media pembelajaran yang ringan namun bermakna. Ini yang perlu kita dorong bersama,” tambahnya.
Lebih jauh, Dr. Naghfir menegaskan komitmen Naghfir’s Institute untuk terus hadir dalam berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang literasi dan keagamaan.
“Kami ingin terus berkontribusi melalui kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, agar lahir generasi yang cerdas, kritis, dan berakhlak,” tegas Dr. Naghfir.
Selama Ramadhan, kuis religi yang disiarkan Radio Pragaan Station terbukti mampu menarik antusiasme masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang memperkaya wawasan keislaman secara interaktif.
Naghfir’s Institute sendiri dikenal aktif tidak hanya dalam penguatan literasi melalui diskusi dan bedah buku, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan, seperti penyaluran bantuan bagi korban bencana serta gerakan wakaf buku untuk memperkuat budaya baca di kalangan pemuda.
“Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan program yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerahkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Program ini sendiri hadir dalam tajuk Radio Ramadhan yang disiarkan selama bulan suci,” pungkasnya. (REDJAVA****)











