JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Malang menggelar acara pemberian pemahaman dan penyadaran kepada para siswa serta guru di SMA Toha Praktika Desa Aeng Anyar Kecamatan Giligenteng, Kabupaten Sumenep terkait Climate Change atau perubahan iklim.
Kegiatan tersebut merupakan program pengabdian kepada masyarakat dari Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UB yang bertajuk “Climate Change Awareness For Youth In Toha Praktika High School In Giligenteng Island”.
Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pengabdian kepada masyarakat, Restu Karlina Rahayu, SIP, MSI, PhD mengatakan untuk kegiatan program pengabdian kepada masyarakat itu, dirinya melibatkan dosen serta lima orang mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UB sebagai anggota tim pengabdian.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyadaran dan berbagi pengetahuan terkait Climate Change kepada kepala sekolah, guru dan para siswa SMA Toha Praktika Desa Aeng Anyar Kecamatan Giligenteng,” kata Restu Karlina Rahayu, Selasa (26/09/2023).
Bahkan menurut Restu Karlina Rahayu dengan diangkatnya isu Climate Change juga dapat memberikan kesadaran bahwa pulau-pulau kecil seperti pulau Giligenteng adalah kawasan yang terkena dampak Climate Change paling besar.
Lebih lanjut Alumnus Universitas Padjajaran Bandung menuturkan bahwa Climate Change adalah isu yang sedang menjadi perhatian global saat ini. Dan itu termasuk ke dalam salah satu rencana induk penelitian di Universitas Brawijaya (UB) Malang.
“Akan tetapi sayangnya, pendidikan tentang kesadaran lingkungan dan tema seperti Climate Change belum banyak disampaikan secara formal di sekolah-sekolah baik ditingkat SD, SMP dan SMA,” ungkapnya.
Ia menyebut pengabdian kepada masyarakat di SMA Toha Praktika Desa Aeng Anyar Kecamatan Giligenteng ini dikemas dengan berbagai kegiatan. Mulai dari pemberian materi terkait Climate Change, Ice Breaking dan dilanjutkan dengan games menarik yang dilakukan secara interaktif.
“Kegiatan ini diikuti antusias para siswa-siswi dan para guru. Dengan fasilitas sekolah yang kurang memadai dan mendukung, namun mampu menarik perhatian para peserta. Di sesi tanya jawab para siswa-siswi aktif memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan perubahan iklim,” jelasnya.
Alumnus di Sun Yat Sen University Taiwan ini menegaskan dari kegiatan pengabdian di SMA Toha Praktika Aeng Anyar Giligenteng ditemukan bahwa kesadaran atas dampak perubahan lingkungan di Giligenteng masih rendah. Namun keinginan melakukan sesuatu untuk mengurangi dampak perubahan lingkungan sekolah cukup besar.
“Hal itu dilihat oleh peserta pengabdian masyarakat dalam penyusunan rencana aksi dimana mereka ingin melakukan banyak hal untuk memastikan keberlangsungan lingkungan tempat mereka tinggal dan untuk masa depan anak cucu mereka nantinya,” ujarnya.
Oleh karena itu, pendidikan lingkungan adalah hal penting yang perlu disampaikan sejak dini kepada siswa-siswi sekolah. Namun bentuk kesadaran terhadap kerusakan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah saja.
“Sehingga perlu adanya keterlibatan banyak pihak dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, baik dari aspek pemerintahan, keluarga, pemuka masyarakat, pihak swasta dalam meminimalisir efek kerusakan lingkungan,” katanya.
Untuk itu kedepan kata Restu Karlina Rahayu menambahkan bentuk kemitraan antara Universitas Brawijaya dengan sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Giligenteng dan daerah kepulauan lainnya di Kabupaten Sumenep dapat ditingkatkan dengan melibatkan banyak pihak dan aktivitas pengabdian lebih berkelanjutan.
“Sehingga segala apa yang menjadi aksi yang sudah disusun oleh para siswa-siswi dapat diwujudkan dan di monitoring dengan baik,” pungkasnya. (REDJAVA****)











