JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Akun Instagram milik Kacong Cebbhing baru-baru ini ramai menjadi perbincangan hangat dikalangan netizen. Pasalnya, akun dalam pemilihan Duta Wisata Favorit ditentukan oleh like dan komentar di Instagram milik Kacong Cebbhing Sumenep.
Instagram yang awalnya di privasi tiba-tiba diubah setelan menjadi terbuka untuk umum, sehingga hal itu menimbulkan berbagai macam indikasi dan dugaan adanya ketidaksportifan dalam ajang pemilihan Duta Wisata Kacong Cebbhing Sumenep.
Fenomena akun Instagram milik Kacong Cebbhing Sumenep yang tiba-tiba dibuka privasinya, pada mulanya awal vote pemilihan juara favorit di privasi dan di hari, selanjutnya akun Instagram tersebut tidak di privasi lagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam hal itu oleh netizen dianggap tidak lazim dan menuai komentar negatif yang dapat mencoreng nama baik Kacong Cebbhing dan Disbudporapar Kabupaten Sumenep.
“Ada apa kok tiba-tiba dibuka, padahal dari awal diprivate akunnya..? Ini bisa mencoreng nama baik Kacong Cebbhing dan Disbudporapar Sumenep,” ungkap akun @indah.ww99.
Netizen di dunia maya mayoritas menduga bahwa adanya indikasi pesanan Juara Favorit Duta Wisata Kacong Cebbhing oleh penyelenggara kompetisi pemilihan Duta Wisata Kacong Cebbhing Sumenep. Sebab, media yang biasanya diprivasi tiba-tiba dibuka.
Dengan demikian, maka netizen khawatir terhadap perilaku tidak sportif seperti bom like kepada salah satu kandidat. Hal ini yang membuat kuat kecurigaan netizen tentang adanya pemesanan Juara Favorit Kacong Cebbhing Sumenep.
Netizen dengan nama akun @indah.w99 di komentar Instagram Kacong Cebbhing Sumenep mengatakan bahwa ini kompetisi yang tidak fair yang nantinya juara favoritnya bisa saja bukan peserta yang disukai masyarakat Sumenep.
Namun, menurutnya bisa saja juara favoritnya yang memiliki banyak uang, karena seandainya dibuka dari awal tidak akan menimbulkan kecurigaan permainan kepada panitia. Jadi peserta bebas melakukan apa saja untuk memperoleh like banyak.
“Ini akan menimbulkan dugaan dari masyarakat sumenep yang bukan-bukan, tentang kompetisi ini dan terbukti sudah dibuka beberapa orang sudah membeli bom like yang sudah mencapai ribuan, tapi sayang like luar negeri. Ini nanti juaranya bukan yang berprestasi dan disukai masyarakat sumenep, tapi orang yang banyak uang. Ini sangat tidak fair panitia,” ucapnya. (REDJAVA****)








