Ini Disampaikan KH. Qusyari Saat FKUB Sumenep Gelar Musker

Sabtu, 11 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua FKUB Sumenep Kiai Haji Qusyairi, S.S dan Musyawarah Kerja FKUB

Ketua FKUB Sumenep Kiai Haji Qusyairi, S.S dan Musyawarah Kerja FKUB

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Setelah dilantik pada 14 Desember 2022, pada hari Sabtu 11/03/2023, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sumenep melaksanakan musyawarah kerja (Musker) yang ditempatkan di aula VIP Cafe Ayam Brewok Sakera Jalan Pahlawan Kelurahan Karangduak Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Sabtu (11/03/2023).

Hadir dalam acara tersebut seluruh pengurus FKUB, dan Kepala Kesbangpol Sumenep diwakili oleh Abd. Kadir Jailani. Acara tersebut diawali dengan do’a bersama menurut keyakinan agama masing-masing, dilanjutkan menyanyikan lagu indonesia raya dan Mars FKUB.

Dalam sambutannya, ketua FKUB Sumenep KH. Qusyairi, S.S. menuturkan bahwa FKUB kedepan harus bekerja serius dan bersinergi dengan stakeholder yang ada dan instansi-instansi terkait, karena akan menghadapi tahun politik FKUB diamanahi tugas cukup berat.

“FKUB harus mampu mendeteksi, melakukan pemetaan, mewaspadai dan mengantisipasi potensi terjadinya konflik sebagai bias dari kontestasi politik praktis serta mencari solusi untuk menyelesaikan konflik yang ada,” tegas Pengasuh Ponpes Hidayatul Ulum Gadu Barat Ganding itu.

Menurut Kiai muda, Hal itu sesuai dengan amanah yang disampaikan oleh Sekjen kemendagri pada Rakornas FKUB di tangerang Provinsi Banten pada 23 februari lalu.

Baca Juga :  Kabar Terbaru Bagi Masyarakat Sumenep dan Sekitar, Universitas Annugoyyah Guluk-Guluk Buka Prodi Ilmu Komunikasi dan Bisnis Digital

“Oleh karena itu, kita perlu untuk terus bersinergi dengan aparat penegak hukum dan stakeholder terkait, kita juga perlu bergandengan tangan dengan KPU daerah dalam melakukan sosialisasi secara masif ke bawah agar publik paham tentang pentingnya menjaga kerukunan di tengah-tengah pesta demokrasi mendatang demi terciptanya kondusifitas di daerah kita, serta mewaspadai adanya politik identitas kerapkali memicu terjadinya chaos dikalangan grassroots,” ucapnya.

Selain itu juga, Kiai Qusyairi juga menyampaikan apresiasi positifnya terhadap peraturan daerah (perda) penyelenggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat yg digagas oleh komisi I DPRD Sumenep, yang saat ini rancangan Perda tersebut sudah dalam proses fasilitasi gubernur Jawa Timur.

Baca Juga :  Road Show Cabup Achmad Fauzi Wongsojudo ke Desa Mandala Rubaru

Menurut Kyai Qusyairi, lahirnya Perda tersebut bisa menjadi salah satu langkah dalam mengantisipasi ancaman intoleransi yang berpotensi memunculkan terjadinya perpecahan di tengah-tengah kehidupan masayarakat Sumenep yang selama ini dikenal damai dan penuh dengan kerukunan serta sikap toleransi.

“FKUB sebagai ormas yang tupoksi nya adalah menjaga kerukunan antar umat beragama, sepatutnya mengapresiasi dan menyambut baik perda ini serta bersama-sama mensosialisasikan kepada masyarakat dengan menggandeng Kepala Desa, Camat dan Tokoh Agama, agar target yang ingin dicapai dari perda tersebut bisa benar-benar terwujud di tengah-tengah masyarakat kita yang majemuk, sehingga hal itu menjadi langkah dalam pencegahan dini terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya konflik SARA di tengah-tengah masyarakat kita,” harap Kiai Qusyairi.

Sementara itu, perwakilan dari Bakesbangpol Sumenep, Abd. Kadir Jailani, menyampaikan bahwa FKUB sebagai ormas yang difasilitasi oleh negara dan menjadi mitra strategis pemerintah harus bisa menjaga dan merawat kerukunan antar umat beragama sehingga dengan itu terciptalah tatanan masyarakat yang harmoni dan memiliki integrasi yang tinggi guna mensukseskan pembangunan nasional yang lebih baik.

Baca Juga :  Woow! Rutan Sumenep Panen 5,6 Ton Padi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Pihaknya juga menegaskan bahwa menghadapi tahun-tahun politik FKUB harus berperan aktif dalam melakukan konsolidasi dan sosialisasi ke bawah bersama KPU untuk mencegah maraknya politik identitas yang kerapkali munggunakan cara-cara tidak sehat seperti black campaign dan juga negatif campaign dengan menebar propaganda dan berita-berita Hoax, sehingga dengan itu semua akhirnya terjadilah disintegrasi dan kekacauan di tengah masyarakat.

“Politik identitas kerapkali munggunakan cara-cara tidak sehat seperti Negatif Campaign, yakni menyebarkan propaganda dengan mengemukakan fakta sejarah untuk memojokkan lawan politiknya. Atau menggunakan Black Campaign, yaitu kampanye hitam dengan cara menyebarkan berita-berita hoax yang bersifat provokatif,” pungkas Abd Kadir. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bersihkan dari Halinar, Rutan Sumenep Geledah Kamar dan Tes Urine Warga Binaan
Kelangkaan BBM Subsidi Ancam Keuntungan Petani Tembakau Sumenep, Gapoktan Angkat Bicara
Hadapi Era Digital, MUI Sumenep Bekal Da’i Ilmu Personal Branding
Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Pastikan Data Tak Ada Hubungannya dengan Pajak
Danrem Bhaskara Jaya Tegaskan MANTAP Jadi Pedoman Tugas Prajurit Kodim Sumenep
Cuaca Sumenep Stabil, BMKG Ingatkan Risiko Dehidrasi dan Gelombang Laut
Diskop UKM Sumenep Perketat Pengawasan, Pastikan Koperasi Berjalan Sesuai Aturan
Sulaisi Perkuat Fondasi APSI Lewat Konsolidasi Nasional dan Literasi Digital

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:30 WIB

Bersihkan dari Halinar, Rutan Sumenep Geledah Kamar dan Tes Urine Warga Binaan

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:31 WIB

Kelangkaan BBM Subsidi Ancam Keuntungan Petani Tembakau Sumenep, Gapoktan Angkat Bicara

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:58 WIB

Hadapi Era Digital, MUI Sumenep Bekal Da’i Ilmu Personal Branding

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:36 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Pastikan Data Tak Ada Hubungannya dengan Pajak

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:59 WIB

Danrem Bhaskara Jaya Tegaskan MANTAP Jadi Pedoman Tugas Prajurit Kodim Sumenep

Berita Terbaru