Inilah Model Pendidikan Yang Merdeka Bagi Masyarakat Sedulur Sikep

Jumat, 28 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Samin atau Sedulur Sikep (foto by nusantaranews.co)

Masyarakat Samin atau Sedulur Sikep (foto by nusantaranews.co)

Javanetwork.co.id – Melalui pendidikan, manusia menjadi berdaya guna dan bermanfaat bagi sekitar. Celakanya, pendidikan acapkali hanya dimengerti ketika seseorang berhasil menempuh sekolah formal. Berbeda halnya dengan masyarakat Samin, atau kerap disapa sedulur sikep, yang memiliki caranya sendiri dalam menimba ilmu.

Sebutan Samin diberikan kepada mereka yang mengikuti ajaran Samin Surosentika atau Raden Kohar. Memasuki era modern masyarakat Samin lebih suka menyebut dirinya sebagai sedulur sikep.

Studi yang dilakukan oleh Agus Supratikno dan Suwarto Adi, dalam Jurnal Dinamika Pendidikan, Universitas Kristen Satya Wacana, mereka melakukan suatu pengkajian terhadap sistem pendidikan anak sedulur sikep. Penelitian ini dilakukan di daerah Sukoliilo, Pati.

Menurut peneliti, pendidikan anak Sedulur Sikep memang sangat sederhana dan mempunyai keterbatasan. Namun apabila ditinjau dengan visi pendidikan Romo Mangun mengenai belajar sejati, Sedulur Sikep sedikit banyak telah merepresntasikannya. Menurut Romo Mangun, belajar sejati adalah belajar yang tidak dibatasi oleh ruang, waktu, dan tempat.

Baca Juga :  Gercep Polsek Kangean, Amankan Pelaku Pengancaman dan Pengrusakan Motor Seorang Guru

Sedulur Sikep lebih mengutamakan pendidikan kehidupan, daripada hanya sekadar teori. Mereka mengajarkan sistem pendidikan kontekstual, yaitu sesuai dengan latar belakang, keinginan, dan kebutuhan mereka. Hal ini terlihat saat peneliti melakukan wawancara terhadap Gunarti.

“Sekolah adalah sebuah pembelajaran, jadi tidak hanya membaca dan menulis, karena keinginan Sedulur Sikep itu bekerja di sawah, menjadi petani, maka yang dipelajari adalah pertanian,” ucap Gunarti selaku pendiri pendidikan anak-anak keluarga Sikep.

Menjadi petani adalah bagian dari Sedulur Sikep yang mereka hidupi setiap hari. Bagi mereka, sawah adalah guru dan cangkul merupakan alat tulisnya. Kendati demikian, bukan berarti anak-anak Sedulur Sikep tidak mempelajari ilmu-ilmu lainya seperti berhitung dan menulis.

“Pendidikan mereka bukan hanya bergelut dengan aspek teori saja, tetapi juga bergelut dengan lingkungan di mana mereka hidup yaitu sawah dan ladang. Bagi mereka, sawah (lingkungan hidup) adalah guru yang mengajarkan banyak hal untuk hidup,” sebut peneliti.

Baca Juga :  Drama BSPS 2024: Aroma Busuk di Balik Bantuan Rumah Warga Miskin, Kejati Jatim Turun Gunung

Sedulur Sikep secara langsung mengajarkan kepada anak-anak tentang bagaimana mereka hidup dan menghidupi hidup mereka. Hal ini tentu sangatlah kontras dengan pendidikan yang ada di sekolah-sekolah formal. Menurut peneliti, seringkali sekolah-sekolah formal hanya diisi dengan teori dan hafalan, namun mereka miskin jika berbicara mengenai pengalaman hidup.

Sebagian besar rumah mereka berbentuk Joglo dengan ukuran yang luas. Bentuk bangunan sedemikian rupa bukan tanpa arti, namun bagi masyarakat Sedulur Sikep rumah tidak hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi tempat pertemuan dan pembelajaran bagi anak-anak mereka. Di Rumah tersebut mereka belajar berhitung, membaca, menulis Jawa & Latin, serta mempelajari seni budaya.

Dasar dari pengembangan nilai budi pekerti pendidikan Sedulur Sikep berangkat dari filosofi hidup yang menuju pedoman hidup adeg-adeg, yaitu keseimbangan antara ucapan dan tindakan. Orang yang mengaku sebagai Sedulur sikep haruslah mampu tumbuh dengan cara yang baik serta mengatakan hal-hal yang baik dan benar.

Baca Juga :  Berpacu dengan Waktu! Damkar Sumenep Selesaikan Dua Kejadian Darurat Hanya dalam Satu Jam

“Dalam kehidupan sehari-hari komunitas Sedulur Sikep dikenal sebagai orang yang jujur. Ketika mereka menemukan barang milik orang lain mereka tidak akan mengambil barang tersebut, bahkan terkadang mereka membiarkan barang tersebut tetap tergeletak begitu saja,” kata peneliti saat menyampaikan hasil wawancaranya.

Ajaran-ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang benar-benar dihidupi oleh Sedulur Sikep. Hal ini tercermin dari tindak tanduk para Sedulur Sikep yang menjunjung nilai-nilai kebaikan dan kebenaran dalam menjalani kehidupan.

Sikap untuk tidak menyekolahkan anak-anak mereka ke pendidikan formal adalah buah dari perlawanan Samin Surosentika dahulu ketika menolak sekolahan formal kolonial Belanda. Meminjam pernyataan Widyanto (1983), Agus selaku penulis penelitian mengatakan, “Pemahaman mereka sekolah-sekolah formal berbau Belanda, dan dalam pandangan mereka, orang Belanda pandai, tetapi kepandaian mereka dipakai untuk menindas orang lemah. (*)

Berita Terkait

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Narkoba, MAN Sumenep dan BNNK Perkuat Gerakan Madrasah Bersinar
MPLS SDN Totosan 3 Semarak, Mobil Perpusling Dispusip Sumenep Hadir Bangun Budaya Literasi Sejak Dini
Sambut Murid Baru, MI Miftahul Umlum Sumenep Luncurkan 5 Nilai Utama Lewat Kegiatan MATAMUDA
Capaian Sensus Ekonomi 2026 Sumenep Tembus 48,31%, Warga Bebas Pilih Cara Isi Kuesioner
Sinergi Seluruh Unsur, Kemenag Sumenep Ukir Prestasi Gerakan Rashdul Kiblat Tingkat Jatim

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:59 WIB

Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Narkoba, MAN Sumenep dan BNNK Perkuat Gerakan Madrasah Bersinar

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:18 WIB

MPLS SDN Totosan 3 Semarak, Mobil Perpusling Dispusip Sumenep Hadir Bangun Budaya Literasi Sejak Dini

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:25 WIB

Sambut Murid Baru, MI Miftahul Umlum Sumenep Luncurkan 5 Nilai Utama Lewat Kegiatan MATAMUDA

Berita Terbaru