Tak Gentar Ombak, Damkar Sumenep Arungi Laut Jinakkan Teror Tawon Vespa

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim URC Damkar Sumenep Saat Pemberangkatan di Pelabuhan Kalianget Menuju Pulau Raas, Kamis (02/03/2026)

Tim URC Damkar Sumenep Saat Pemberangkatan di Pelabuhan Kalianget Menuju Pulau Raas, Kamis (02/03/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tak gentar menghadapi ombak dan jarak, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumenep mengarungi laut menuju Pulau Raas. Misi mereka satu: menjinakkan teror tawon vespa yang meresahkan warga.

Ancaman itu bukan tanpa alasan. Dalam waktu kurang dari 24 jam, empat laporan masuk melalui layanan darurat SiLaPor 112 dari wilayah Kecamatan Raas.

Seluruhnya berkaitan dengan keberadaan sarang tawon vespa di area permukiman.

Lokasinya tersebar di Desa Brakas dan Poteran. Mulai dari pekarangan rumah warga, depan balai desa, hingga area musholla titik-titik yang padat aktivitas masyarakat.

Laporan Beruntun, Ancaman Nyata
Laporan pertama diterima pada Rabu sore dari Desa Brakas.

Selang beberapa jam, laporan kedua masuk dari Desa Poteran. Dua laporan tambahan menyusul pada malam hari hingga keesokan paginya.

Baca Juga :  Misi Kemanusiaan di Balik Pemindahan 8 Warga Binaan Rutan Sumenep ke Lapas Arjasa

Situasi ini langsung ditetapkan sebagai kondisi prioritas oleh tim Damkar.
Analis Kebakaran, Dodi Agus Pratama, S.Sos., M.A.P, menilai lonjakan laporan ini sebagai sinyal bahaya.

“Empat laporan dalam waktu singkat ini menjadi indikator adanya peningkatan ancaman di lingkungan warga,” kata Dodi kepada media ini saat pemberangkatan di pelabuhan Kalianget.

Perjalanan menuju Pulau Raas bukan perkara mudah. Tim harus menempuh jalur laut dengan berbagai keterbatasan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah petugas.

Setibanya di lokasi, evakuasi langsung dilakukan di empat titik berbeda dengan peralatan khusus dan standar keselamatan tinggi.

“Penanganan tawon vespa membutuhkan teknik khusus. Tidak bisa dilakukan sembarangan,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, kesalahan kecil dalam proses evakuasi bisa memicu serangan koloni.

“Jika tidak tepat, tawon bisa menyerang secara massal dan membahayakan petugas maupun warga,” sambung Dodi.

Dalam proses evakuasi, tim menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap serta metode penanganan terukur. Salah satu strategi penting adalah menentukan waktu yang tepat.

“Evakuasi biasanya dilakukan saat aktivitas tawon menurun agar risiko bisa ditekan,” ungkapnya.

Langkah ini terbukti efektif dalam meminimalisir potensi serangan selama proses berlangsung.

Baca Juga :  Hardiknas 2026 di Sumenep Diramaikan Kejurkab Bulu Tangkis Pelajar PBSI

Di tengah meningkatnya kasus, masyarakat diminta untuk tidak melakukan penanganan secara mandiri. Risiko sengatan tawon vespa dinilai sangat berbahaya.

“Banyak kasus warga mencoba mengevakuasi sendiri, justru berujung sengatan berulang,” tegas Dodi 

Ia mengingatkan, sengatan dalam jumlah banyak dapat berdampak serius.

“Reaksi yang ditimbulkan bisa berat, bahkan berpotensi mengancam keselamatan,” jelasnya.

Damkar Hadir Hingga Kepulauan
Aksi cepat Damkar Sumenep menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam situasi darurat, termasuk di wilayah kepulauan.

“Ini menunjukkan layanan darurat menjangkau seluruh wilayah, tidak hanya di daratan,” tambahnya.

Warga Apresiasi, Rasa Aman Kembali
Warga Pulau Raas menyambut baik kehadiran tim Damkar. Respons cepat tersebut dinilai mampu meredakan kekhawatiran masyarakat.

“Kesadaran untuk melapor sangat penting agar penanganan bisa dilakukan secara profesional,” pungkas Dodi.

Evakuasi di empat titik ini diharapkan mampu menghilangkan ancaman tawon vespa sekaligus mengembalikan rasa aman bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Bacaan Basmalah Awali Deklarasi Komunitas Barat Daya Ambunten Menangkan Paslon FAHAM Pilkada Sumenep

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru