Percepatan Penyediaan Listrik PT PLN (Persero) di Pulau Masalembu

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Percepatan Penyediaan Listrik PT PLN (Persero) di Pulau Masalembu

Percepatan Penyediaan Listrik PT PLN (Persero) di Pulau Masalembu

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Harapan panjang warga kepulauan akhirnya menemukan titik terang. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan PT PLN (Persero) memastikan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Proyek ini ditargetkan terealisasi pada 2026, menyasar lebih dari 5.000 pelanggan rumah tangga.

Kepastian itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Subkoordinator Perencanaan Distribusi Tenaga Listrik, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

Agenda tersebut menjadi tindak lanjut atas aspirasi warga Masalembu yang selama ini belum menikmati listrik PLN 24 jam.

Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyatakan, proyek PLTS Masalembu telah tercantum dalam Roadmap Listrik Perdesaan 2025–2029.

Realisasi konstruksi ditargetkan mulai 2026, seiring proses pengusulan anggaran yang kini berjalan.

“Program ini sudah masuk perencanaan nasional. Dukungan lahan yang clean and clear menjadi faktor kunci agar eksekusinya bisa dipercepat,” ucap perwakilan Direktorat

Pemerintah menempatkan Masalembu sebagai prioritas elektrifikasi wilayah kepulauan, mengingat ketergantungan warga pada genset dan panel surya swadaya dengan kapasitas terbatas.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Upacara dan Tasyakuran HUT Satpam ke-44, Tegaskan Peran Strategis Satpam dalam Kamtibmas

PLN memaparkan rencana teknis proyek, meliputi:

– PLTS komunal berkapasitas 4.175 kWp

– Battery Energy Storage System (BESS) berdurasi 3–4 jam

– Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 28,85 kilometer

– Gardu distribusi 2.800 kVA

– Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 26,25 kilometer

“Kapasitas awal diprioritaskan untuk sekitar 5.100 pelanggan rumah tangga. Kebutuhan industri seperti cold storage dan pabrik es akan dipertimbangkan pada tahap pengembangan berikutnya,” ujar perwakilan PLN.

Namun, tantangan krusial masih membayangi: kebutuhan lahan seluas 4,2 hektare yang harus dipastikan status hukumnya.

Baca Juga :  Rutan Sumenep Gandeng Srikandi Keris, Warga Binaan Perempuan Didorong Mandiri dan Produktif

Perwakilan DPRD Sumenep Akhmad Jauhari menyatakan komitmennya menjamin ketersediaan lahan. Jika lokasi awal belum memenuhi syarat administratif, alternatif lahan akan segera diproses.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumenep dijadwalkan memfasilitasi pertemuan antara BPN, pemilik lahan, dan PLN pada Maret 2026 untuk memastikan kepastian hukum.

Dukungan juga datang dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur yang menegaskan pengawalan penuh agar proyek sesuai target.

Bagi warga, listrik bukan hanya soal penerangan. Jailani, juru bicara masyarakat Masalembu, menegaskan energi adalah pintu masuk peningkatan ekonomi nelayan.

“Tanpa listrik memadai, potensi kelautan kami sulit berkembang. Kami tidak meminta belas kasihan. Kami meminta kesempatan,” tegas Jailani, Jum’at (27/02/2026).

Kesempatan itu, kata dia, berarti nelayan bisa menyimpan hasil tangkapan dengan fasilitas pendingin, menjual dengan harga layak, dan anak-anak belajar tanpa bergantung pada genset yang menyala terbatas.

Baca Juga :  Ketua DPC ISSITA Sumenep Sebut Penunjukan Dr. Isyak Sebagai Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan adalah Sebuah Kebanggaan

Dengan listrik stabil, Masalembu diharapkan tak lagi menjadi wilayah pinggiran, melainkan simpul pertumbuhan ekonomi maritim di utara Jawa Timur.

Momentum Pemerataan Energi
Perwakilan Rawatan Samudra menyebut proyek ini sebagai simbol kehadiran negara di wilayah terluar.

“PLTS Masalembu bukan sekadar infrastruktur. Ini tentang keadilan energi dan pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan,” jelasnya.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal lahan tuntas, anggaran tersedia, dan konstruksi dimulai 2026 Masalembu berpeluang menikmati listrik 24 jam untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.

Di pulau yang selama ini hidup dalam keterbatasan energi, matahari bukan lagi sekadar sumber panas, melainkan harapan baru menuju kesejahteraan. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Perkuat Tata Kelola Hibah, Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi LPJ Bagi Lembaga Keagamaan dan Ormas
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 17:00 WIB

Perkuat Tata Kelola Hibah, Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi LPJ Bagi Lembaga Keagamaan dan Ormas

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Berita Terbaru