JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah semarak perayaan 17 Agustus, komunitas Grab Allah memilih cara berbeda untuk mengekspresikan rasa kemerdekaan.
Bukan pesta meriah atau kembang api, melainkan aksi nyata yang menyentuh hati: menjelajah pelosok desa, menapaki gunung dan lembah, sekaligus berbagi kebahagiaan kepada anak yatim dan dhuafa.
Minggu (24/8/2025) menjadi saksi perjalanan penuh makna itu. Sejak pagi, para anggota Grab Allah berkumpul dan memulai perjalanan bersama menelusuri berbagai penjuru daerah.
Bagi mereka, kebersamaan di jalan bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud ikhtiar meneguhkan doa dan kepedulian sosial.
“Naik-turun gunung bersama sahabat, kami niatkan lillāh. Bismillah, Allah ridho, Bismillah, Allah jaga istiqomah,” ujar Ketua Grab Allah, Dewi Nur Amalia kepada media usai kegiatan.
Agenda “Kholas Tugas Grab Allah di Bulan Kemerdekaan” menjadi simbol perjuangan komunitas ini.
Mereka menyadari bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya soal terbebas dari penjajah, tetapi juga merdeka dalam iman, amal, dan pengabdian.

“Semangat kemerdekaan kami padukan dengan semangat perjuangan di jalan Allah. Berkendara pun bisa menjadi ladang ibadah dan pengabdian sosial,” tambah Dewi Nur Amalia.
Puncak kegiatan dilaksanakan di Musholla Nurul Islam, Tamidung, Batang-Batang, melalui program “Istiqomah Tebar Cinta dan Kasih – Berbagi Rutin Bulanan Bersama Yatim dan Dhuafa”.
Dalam kesempatan itu, Grab Allah menyalurkan amanah donatur kepada 40 anak yatim dan 10 dhuafa, dengan total santunan berupa uang maupun barang mencapai Rp 11.850.000.
“Alhamdulillah, janji kami untuk menebar cinta dan kasih di bulan spesial kemerdekaan telah terlaksana. Terima kasih kepada seluruh donatur, relawan, takmir Musholla Nurul Islam, dan semua pihak yang membantu. Semoga sahabat Grabber selalu sehat, bahagia, dan kaya berkah,” tutupnya.
Di era digital yang serba cepat ini, komunitas ini menorehkan jejak inspiratif: merdeka di jalan, merdeka di jiwa, dan merdeka dalam kepedulian sosial.
Aksi mereka membuktikan, kemerdekaan yang sesungguhnya lahir dari hati yang lapang dan tangan yang terbuka. (REDJAVA****)











