JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Mengawali tahun 2026, Rumah Tahanan (Rutan) Sumenep melaksanakan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan fokus pada kemandirian pangan. Salah satu wujud nyata program ini adalah penanaman padi di lahan seluas 3.300 meter persegi milik Rutan, yang dilakukan pada Jum’at (2/1/2026).
Seluruh proses penanaman dilaksanakan oleh warga binaan secara langsung, dengan pendampingan ketat dari petugas pembina kemandirian dan dukungan peserta magang yang membantu aspek teknis pertanian.

Program ini bertujuan tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret Rutan dalam mendukung kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Program kemandirian pangan ini merupakan bukti komitmen kami dalam menciptakan pembinaan yang humanis dan produktif. Selain meningkatkan produktivitas lahan, warga binaan juga memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Aditya dalam keterangan tertulis, Selasa (06/01/2025).
Ia menambahkan, pembinaan berbasis pertanian ini akan terus dikembangkan secara berkesinambungan agar Rutan Sumenep dapat berkontribusi pada tercapainya swasembada pangan nasional, sekaligus membentuk warga binaan yang mandiri dan terampil.

“Kami ingin setiap warga binaan yang mengikuti program ini mampu kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan produktif, yang tidak hanya berguna bagi diri mereka sendiri, tetapi juga untuk lingkungan sekitar,” tegasnya.
Program ini menunjukkan bahwa Rutan Sumenep bertransformasi menjadi lembaga pembinaan yang mengedepankan produktivitas, keterampilan, dan kebermanfaatan bagi warga binaan, selaras dengan arah kebijakan nasional. (REDJAVA****)












