JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dunia Pendidikan di kabupaten ujung timur Pulau Madura kembali tercoreng oleh tindakan bejat oleh seorang oknum Kepala Sekolah berinisial JZ.
Diketahui oknum berinisial JZ adalah seorang Kepala Sekolah SDN Kalianget Timur 1, Kabupaten Sumenep diamankan oleh Satreskrim Polres Sumenep.
Hal tersebut diduga karena oknum tersebut telah melakukan pencabulan terhadap salah satu siswinya yang masih di bawah umur berinisial TDR.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa itu terungkap setelah orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat.
Berdasarkan keterangan pelapor pencabulan pertama pertama kali terjadi pada bulan Februari 2024 Dirumah pelaku JZ.
Pelaku JZ mengaku sebagai paranormal dengan membujuk korban dan ibunya untuk melakukan ritual pemisahan, namun justru dimanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan tindakan asusila.
Aksi bejat pelaku JZ tidak berhenti sampai disitu, tepatnya di bulan Juni 2024, pelaku kembali mengulangi perbuatannya di sebuah hotel Surabaya sebanyak tiga kali.
Korban yang masih dibawah umur mengalami trauma yang sangat mendalam akibat kejadian yang menimpanya.
Menurut Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti SH memberikan keterangan jika Polres Sumenep akan terus mengembangkan penyelidikan kasus persetubuhan dibawah umur.
“Karena ditengarai masih ada dugaan lain sehingga siswa kelas 2 itu menjadi korban perzinahan terlarang yang kemungkinan ada pihak yang terlibat dalam kasus ini,” kata AKP Widiarti, SH, Jum’at (30/08/2024)
Sedangkan barang bukti (BB) yang ditemukan dan diamankan di tempat kejadian perkara antara lain :
1. Sepotong baju seragam sekolah Pramuka warna coklat
2. Sepotong kerudung segi empat warna coklat terdapat tulisan SMP Negeri Sumenep.
3. Sepotong celana sot warna hitam
4. Sepotong celana dalam warna ungu
“Untuk saat ini, pelaku telah ditahan di Polres Sumenep untuk menjalani proses hukum lanjut. Dan kasus ini harus menjadi pelajaran kepada kita semua betapa pentingnya pengawasan kepada anak, khususnya di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (REDJAVA/RM Hendra****)









