JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep terus berupaya melestarikan budaya lokal melalui dunia pendidikan.
Salah satu langkah nyatanya diwujudkan lewat lomba mendongeng bagi guru dan anak usia dini bertema “Babad Sumenep”, yang digelar oleh Bidang Pembinaan PAUD dan PNF (Pendidikan Nonformal).
Kegiatan berlangsung di Kantor Ki Hajar Dewantara, Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu (12/11/2025).
Sebanyak 34 guru PAUD dan siswa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep tampak antusias mengikuti ajang tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Lisa Bertha Soetedjo, S.E., M.Ak, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si.
Pembukaan dilakukan dengan penuh khidmat melalui pembacaan basmalah bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
“Kami memulai kegiatan ini dengan niat tulus untuk melestarikan budaya lokal melalui dunia pendidikan anak usia dini,” ujar Lisa Bertha Soetedjo dalam sambutannya.
Lisa menjelaskan, lomba mendongeng bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga media pendidikan karakter yang sarat nilai budaya dan sejarah daerah.
“Mendongeng bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran. Melalui kisah Babad Sumenep, anak-anak bisa mengenal tokoh, perjuangan, dan kearifan lokal yang menjadi jati diri daerahnya,” jelasnya.
Menurut Lisa, tema Babad Sumenep dipilih agar guru PAUD dapat menggali kembali kekayaan cerita rakyat dan sejarah Sumenep yang diwariskan secara turun-temurun.
“Kami ingin agar warisan budaya dan sejarah ini tetap hidup dan dikenal anak-anak. Guru PAUD memiliki peran penting dalam menjembatani hal itu lewat cara yang menyenangkan,” tambahnya.
Suasana lomba tampak semarak. Para guru tampil penuh ekspresi membawakan kisah Babad Sumenep dengan gaya mendongeng yang beragam dari klasik hingga modern dilengkapi busana khas Madura serta properti sederhana yang menambah daya tarik pertunjukan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kreativitas para guru PAUD. Mereka bukan hanya pendidik, tetapi juga pelestari budaya daerah,” tutup Lisa.
Hingga berita ini diturunkan, jalannya lomba mendongeng masih berlangsung.
Para peserta masih silih berganti menampilkan penampilan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan para penonton yang memadati aula Ki Hajar Dewantara. (REDJAVA****)












