Temu Kangen Komunitas KTS Sumenep, Abd Hadi Ajak Perkuat Sinergi dan Ketangguhan Sosial
JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara Temu Kangen Komunitas Kampung Tangguh Sejati (KTS) yang digelar di Kafe Sapta, Sumenep, baru-baru ini. Sedikitnya 16 komunitas KTS dari berbagai kecamatan hadir dalam forum tersebut, masing-masing mengirimkan lima perwakilan aktif. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan dari luar daerah, termasuk perwakilan dari Kafe Esto Pamekasan, sebagai bentuk apresiasi terhadap solidaritas lintas komunitas.
Acara yang dirancang secara santai namun penuh makna ini menjadi ruang silaturahmi dan refleksi bersama atas perjalanan panjang gerakan KTS yang lahir di tengah pandemi COVID-19 dan berkembang sebagai kekuatan sosial berbasis warga.
Ketua KTS Kabupaten Sumenep, Drs. Abd Hadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa nilai-nilai yang tumbuh dari gerakan KTS tidak boleh berhenti meski pandemi telah berlalu.
> “Kampung Tangguh bukan hanya soal ketahanan pangan atau kesiapsiagaan bencana. Ini tentang bagaimana masyarakat saling menjaga, mendukung, dan membangun lingkungan yang tangguh secara sosial, ekonomi, dan budaya,” ujar Abd Hadi kepada media ini, Rabu (18/6/2025) malam.
Ia menambahkan, semangat kolaborasi dan kemandirian warga adalah fondasi penting yang harus terus dipelihara. Karena itu, kegiatan temu kangen ini tak sekadar ajang nostalgia, melainkan juga tempat melahirkan ide-ide baru demi memperkuat peran KTS dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam forum tersebut, muncul berbagai masukan strategis mulai dari penguatan jejaring antar-KTS, inisiasi program berbasis UMKM lokal, hingga gagasan untuk membangun sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Yang tak kalah menarik, suasana semakin hangat ketika tiap komunitas diberi kesempatan tampil membawakan lagu secara bergantian. Panggung sederhana itu justru menjadi simbol persaudaraan dan ekspresi kebersamaan yang tulus. Kepala Stasiun RRI Sumenep, Dra. Sri Agustin, M.Sos, turut hadir bersama jajarannya, bahkan menyumbangkan sebuah lagu yang disambut hangat oleh peserta. Keikutsertaan RRI menambah nilai strategis acara ini, sekaligus membuka peluang sinergi antara komunitas dan media publik.
Abd Hadi menutup sesi diskusi dengan ajakan untuk menjadikan forum ini sebagai wadah yang berkelanjutan.
> “Ini bukan sekadar temu kangen, tapi temu gagasan. Dari sini, kita harap akan lahir gerakan baru yang lebih berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Acara ditutup dengan semangat baru dan tekad bersama: menjadikan KTS bukan hanya kenangan masa pandemi, tetapi tonggak menuju masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya.
(REDJAVA | Slamet Adi Sutiyono)
Temu Kangen Komunitas KTS Sumenep, Abd Hadi Ajak Perkuat Sinergi dan Ketangguhan Sosial
JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara Temu Kangen Komunitas Kampung Tangguh Sejati (KTS) yang digelar di Kafe Sapta, Sumenep, baru-baru ini.
Sedikitnya 16 komunitas KTS dari berbagai kecamatan hadir dalam forum tersebut, masing-masing mengirimkan lima perwakilan aktif.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan dari luar daerah, termasuk perwakilan dari Kafe Esto Pamekasan, sebagai bentuk apresiasi terhadap solidaritas lintas komunitas.
Acara yang dirancang secara santai namun penuh makna ini menjadi ruang silaturahmi dan refleksi bersama atas perjalanan panjang gerakan KTS yang lahir di tengah pandemi COVID-19 dan berkembang sebagai kekuatan sosial berbasis warga.
Ketua KTS Kabupaten Sumenep, Drs. Abd Hadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa nilai-nilai yang tumbuh dari gerakan KTS tidak boleh berhenti meski pandemi telah berlalu.
“Kampung Tangguh bukan hanya soal ketahanan pangan atau kesiapsiagaan bencana. Ini tentang bagaimana masyarakat saling menjaga, mendukung, dan membangun lingkungan yang tangguh secara sosial, ekonomi, dan budaya,” ujar Abd Hadi kepada media ini, Rabu (18/6/2025) malam.
Ia menambahkan, semangat kolaborasi dan kemandirian warga adalah fondasi penting yang harus terus dipelihara.
“Oleh karena itu, kegiatan temu kangen ini tak sekadar ajang nostalgia, melainkan juga tempat melahirkan ide-ide baru demi memperkuat peran KTS dalam menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, muncul berbagai masukan strategis mulai dari penguatan jejaring antar-KTS, inisiasi program berbasis UMKM lokal, hingga gagasan untuk membangun sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Yang tak kalah menarik, suasana semakin hangat ketika tiap komunitas diberi kesempatan tampil membawakan lagu secara bergantian. Panggung sederhana itu justru menjadi simbol persaudaraan dan ekspresi kebersamaan yang tulus.
Kepala Stasiun RRI Sumenep, Dra. Sri Agustin, M.Sos, turut hadir bersama jajarannya, bahkan menyumbangkan sebuah lagu yang disambut hangat oleh peserta.
Keikutsertaan RRI menambah nilai strategis acara ini, sekaligus membuka peluang sinergi antara komunitas dan media publik.
Lebih lanjut Abd Hadi menutup sesi diskusi dengan ajakan untuk menjadikan forum ini sebagai wadah yang berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar temu kangen, tapi temu gagasan. Dari sini, kita harap akan lahir gerakan baru yang lebih berdampak bagi masyarakat,” pungkas Abd. Hadi.
Acara ditutup dengan semangat baru dan tekad bersama: menjadikan KTS bukan hanya kenangan masa pandemi, tetapi tonggak menuju masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya. (REDJAVA****)












