JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Detik-detik menjelang penutupan pendaftaran, atmosfer Bupati Sumenep Cup IV 2025 makin membara. Antusias peserta dari berbagai penjuru Kabupaten Sumenep dan sekitarnya menciptakan gelombang semangat yang luar biasa.
Mereka bersiap berlaga dalam kejuaraan pencak silat pelajar terbesar di wilayah Madura ini, yang akan digelar pada 18–20 Juli 2025 di GOR KONI Sumenep.
Tak sekadar ajang tanding, kejuaraan ini telah menjelma menjadi panggung prestise bagi para pendekar muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Event ini masuk dalam Calendar of Event Kabupaten Sumenep, diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, berkolaborasi dengan Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih Cabang Sumenep.
Tahun ini, dua kategori utama dipertandingkan:
– Kategori Pemasalan, untuk kelompok usia dini hingga dewasa, sebagai wadah pembinaan awal.
– Kategori Prestasi, yang mempertemukan pesilat-pesilat terbaik memperebutkan gelar Juara Umum I, II, dan III ajang pembuktian sejati untuk mengharumkan nama perguruan dan sekolah masing-masing.
Tak banyak yang tahu, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., bukan hanya pencinta pencak silat, tapi juga mantan murid PSN Perisai Putih.
Semasa SMP, beliau sempat belajar silat di bawah naungan perguruan legendaris itu. Kini, sebagai pemimpin daerah, ia kembali hadir, bukan sebagai peserta, melainkan sebagai penjaga bara semangat warisan budaya bangsa.
“Lewat pencak silat, kita bentuk generasi muda yang kuat, disiplin, dan berkarakter. Bukan hanya untuk berprestasi, tapi juga untuk menjaga akar budaya kita,” ujar Bupati Fauzi dalam pernyataan resminya.
Sementara Ketua PSN Perisai Putih Cabang Sumenep, Imam Syafi’i, SH, menyampaikan bahwa antusiasme peserta tahun ini mengalami lonjakan luar biasa.
Puluhan perguruan dan sekolah berlomba-lomba mendaftarkan atletnya, menjadikan Bupati Sumenep Cup IV sebagai ajang silaturahmi terbesar antar pesilat muda.
“Ini bukan sekadar pertandingan. Ini adalah momentum pemersatu. Atmosfernya penuh semangat, kekeluargaan, dan kebanggaan. Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari sejarah ini,” tutur Imam kepada media ini, Senin (7/7/2025).
Panitia juga mengumumkan bahwa turnamen tahun ini akan mengadopsi sistem digital scoring guna menjamin keadilan dan transparansi hasil pertandingan. Inovasi ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan.
Bupati Sumenep Cup IV bukan sekadar perburuan medali atau trofi. Bagi banyak pelajar, guru, bahkan orang tua, ini adalah panggung harapan dan jembatan menuju masa depan.
Selain hadiah uang pembinaan, peserta terbaik juga berkesempatan direkomendasikan ke jenjang lebih tinggi baik tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami menyebutnya bukan turnamen biasa. Ini adalah PON-nya pelajar Sumenep,” jelasnya lebih lanjut.
Dengan waktu pendaftaran yang tinggal tiga hari, panitia terus menyuarakan ajakan secara masif:
“3 Hari Lagi! Jangan sampai tertinggal! Daftarkan dirimu sekarang dan jadilah bagian dari sejarah pencak silat Sumenep!” katanya.
Pendaftaran dibuka sejak 11 Maret, dan resmi ditutup pada 10 Juli 2025. Informasi lengkap dapat diperoleh melalui narahubung resmi panitia di nomor 0823-3451-5556 dan 0877-5771-8707.
“Kita tidak hanya melahirkan juara. Kita membentuk pribadi yang siap menghadapi masa depan. Pencak silat melatih fisik, tetapi lebih dari itu ia menempa jiwa,” pungkasnya dengan semangat. (REDJAVA****)









