JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk melakukan lompatan sejarah dalam pengembangan olahraga tradisional sepanjang tahun 2026. Bukan sekadar festival musiman, Kormi menargetkan olahraga tradisional menjadi gerakan sosial dan gaya hidup masyarakat.
Ketua Kormi Sumenep, Agus Hendriyono, S.Sos., M.Si, menyebut 2026 sebagai momentum kebangkitan olahraga tradisional yang dikemas lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan. “Kami tidak ingin olahraga tradisional hanya hidup di panggung seremonial. Tahun 2026 adalah titik balik. Olahraga tradisional harus hadir di ruang hidup masyarakat, dari desa hingga kota,” kata Agus, Senin (5/1/2026).
Optimisme itu didasari bukti nyata. Festival Olahraga Tradisional Kabupaten Sumenep yang digelar sebelumnya menunjukkan minat publik masih sangat tinggi. Ribuan peserta dan penonton memadati arena, menciptakan atmosfer kebudayaan yang hidup dan membanggakan. “Antusiasme masyarakat luar biasa. Itu sinyal kuat bahwa olahraga tradisional bukan barang usang. Ia hanya butuh panggung, inovasi, dan keberanian untuk dikembangkan secara serius,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memasuki 2026, Kormi Sumenep menyiapkan peta jalan strategis dengan fokus pada generasi muda. Pendekatan baru akan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, komunitas kreatif, sekolah, hingga pemanfaatan media digital agar olahraga tradisional tetap relevan di tengah perubahan zaman. “Anak muda tidak boleh dijauhkan dari akar budayanya. Justru olahraga tradisional harus dikemas lebih segar, atraktif, dan membanggakan agar mereka merasa memiliki,” kata Agus.
Agus menekankan bahwa Kormi tidak akan berjalan sendiri. Sinergi dengan organisasi masyarakat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas budaya akan diperkuat untuk memperluas jangkauan olahraga rekreasi berbasis kearifan lokal. “Ini bukan kerja satu lembaga. Ini kerja kebudayaan. Ketika olahraga tradisional hidup, masyarakat sehat, identitas daerah kuat, dan persatuan sosial terjaga,” tandasnya.
Melalui strategi besar ini, Kormi Sumenep menargetkan olahraga tradisional tidak hanya sebagai sarana rekreasi dan kebugaran, tetapi juga menjadi instrumen pelestarian budaya, penguatan karakter, serta kebanggaan kolektif masyarakat Sumenep. (REDJAVA/$$$$)








