JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi di Madura. Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Akhmadi Yasid, sukses menorehkan catatan emas sebagai lulusan terbaik kedua Program Magister Hukum (MH) Universitas Wiraraja (UNIJA) Madura, dengan IPK nyaris sempurna, 3,90.
Dalam prosesi wisuda yang digelar pada Sabtu (26/07/2025) di Graha Sumekar UNIJA, Akhmadi Yasid menjadi salah satu dari 22 mahasiswa Pascasarjana Hukum yang diwisuda.
Namun capaian akademiknya berhasil mengangkat namanya sebagai tokoh muda yang tidak hanya aktif di panggung politik, tetapi juga cemerlang di dunia intelektual.
Meski dikenal sibuk sebagai legislator, pria yang satu ini membuktikan bahwa dunia politik bukan penghalang untuk terus belajar dan berkembang secara akademik.
Dengan prestasi ini, ia menyampaikan pesan kuat: wakil rakyat juga harus melek hukum dan berbasis ilmu.
“Sebagai anggota DPRD, saya merasa perlu memperkuat landasan keilmuan, khususnya dalam bidang hukum. Karena tanpa pemahaman hukum yang mendalam, arah kebijakan bisa melenceng dari rasa keadilan,” ujar Akhmadi Yasid kepada media, usai menerima piagam penghargaan.
Ia mengakui bahwa perjalanan menyelesaikan studi Magister di tengah tanggung jawab kedewanan bukan perkara mudah.
Namun dengan manajemen waktu, tekad yang kuat, dan dukungan keluarga serta rekan-rekan, ia berhasil menyelesaikannya dengan hasil yang membanggakan.
“Ini saya persembahkan bukan hanya untuk keluarga dan masyarakat yang saya wakili, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral bahwa posisi publik harus ditopang oleh intelektualitas yang mumpuni,” imbuhnya.
Akhmadi Yasid dikenal sebagai sosok politisi PKB yang vokal membela kepentingan rakyat kecil di parlemen daerah.
Kini, dengan gelar akademik di bidang hukum yang berhasil diraihnya, kiprahnya sebagai legislator diperkirakan akan semakin kokoh baik dalam merumuskan regulasi, melakukan pengawasan, maupun dalam menyampaikan aspirasi rakyat secara tepat dan terarah.
Dengan gaya lugas, ia mengingatkan para pemangku kebijakan dan generasi muda agar tidak pernah berhenti belajar.
“Kekuasaan tanpa ilmu hanya menghasilkan kebisingan. Tapi ilmu yang dipandu niat tulus akan menciptakan kebermanfaatan nyata bagi banyak orang,” tandasnya.
Gelar Magister Hukum yang kini disandang oleh Akhmadi Yasid bukan sekadar simbol akademik, melainkan representasi dari semangat belajar, pengabdian intelektual, dan tekad untuk memperjuangkan keadilan dengan pijakan yang kuat. (REDJAVA****)












