Wisata Batu Makdengkeng di Pulau Sakala: Batu Keramat yang Menyimpan Misteri

Jumat, 4 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata Batu Makdengkeng di Pulau Sakala: Batu Keramat yang Menyimpan Misteri

Wisata Batu Makdengkeng di Pulau Sakala: Batu Keramat yang Menyimpan Misteri

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pulau Sakala, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, sebuah gugusan kecil di ujung timur Jawa Timur menyimpan keindahannya alam yang eksotis sekaligus kisah-kisah mistis yang belum terpecahkan.

Di antara lanskap yang memukau itu, berdirilah Batu Makdengkeng, sebuah batu besar yang seolah bertengger di atas tebing secara mustahil.

Lokasinya berada di Kampung Tunggara, sekitar 200 meter dari jalan utama menuju pantai tebing.

Warga sekitar menyebutnya dengan berbagai nama: Batu Makdengkeng, Batu Keramat, atau kini lebih dikenal sebagai Wisata Batu Makdengkeng (WBM).

Namun, apa pun sebutannya, satu hal yang tak berubah: batu ini menyimpan pesona dan misteri yang belum sepenuhnya terungkap.

Tak ada catatan sejarah pasti yang menjelaskan kapan dan bagaimana batu raksasa ini muncul.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gelar Rapat Strategis Evaluasi Pajak dan Retribusi Daerah: Komitmen Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Berdiri di atas tebing curam, posisi batu itu tampak ganjil, seolah tidak mungkin berada di sana karena proses alam biasa.

Para ahli geologi maupun sejarawan lokal pun belum mampu menjawab teka-teki keberadaannya. Fenomena geologis? Atau ada jejak sejarah spiritual yang lebih dalam?

Yang pasti, bagi masyarakat Pulau Sakala, Batu Makdengkeng bukan sekadar bongkahan batu.

Ia dipercaya memiliki kekuatan spiritual. Konon, siapa pun yang datang dengan hati yang bersih, berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT, serta berjanji membawa sedekah untuk warga sekitar bila hajatnya terkabul, maka doa itu akan didengar dan dikabulkan.

Kepercayaan ini bukan bentuk pemujaan terhadap batu, melainkan perwujudan spiritualitas dalam bentuk keyakinan atas kekuatan doa yang tulus di tempat yang diyakini penuh berkah.

Baca Juga :  Serahkan Piagam Penghargaan, Wujud Apresiasi Kapolres Sumenep Kepada Personel Berprestasi

Tak terhitung kisah-kisah dari para peziarah yang menyatakan bahwa doa-doa mereka dikabulkan setelah berkunjung ke tempat ini.

Ada yang berhasil mendapatkan pekerjaan, jodoh, bahkan kesembuhan dari penyakit.

Cerita-cerita semacam itu berkembang dari mulut ke mulut dan menjadi bagian dari narasi kolektif masyarakat Sakala.

Namun hingga kini, belum ada kajian ilmiah yang menelisik lebih jauh mengenai batu tersebut.

Padahal, fenomena seperti ini layak menjadi objek penelitian multidisipliner mulai dari antropologi, arkeologi, geologi, hingga sosiologi kepercayaan.

Batu Makdengkeng tak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang memesona, tetapi juga membuka ruang dialog antara ilmu pengetahuan dan kearifan lokal.

Bagi wisatawan, Batu Makdengkeng menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar wisata alam.

Tempat ini menghadirkan pengalaman spiritual yang menyentuh, rasa damai yang sulit dijelaskan, serta nuansa kesakralan yang menggugah.

Baca Juga :  Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Sampaikan Bela Sungkawa Atas Tragedi KLM Kuning GT 06

Tidak heran jika banyak pengunjung merasa enggan beranjak, seperti terhipnotis oleh aura tenangnya.

Tetapi seperti semua kisah yang menyimpan misteri, Batu Makdengkeng juga meninggalkan pertanyaan besar: Apakah benar tempat ini memiliki kekuatan luar biasa? Ataukah ini hanyalah mitos yang tumbuh dari tradisi panjang masyarakat pesisir?

Hanya waktu dan penelitian yang bisa mengungkap jawabannya.

Namun yang pasti, Batu Makdengkeng adalah contoh nyata bagaimana alam, spiritualitas, dan budaya bisa berpadu dalam satu ruang yang sarat makna.

Dan bagi siapa saja yang datang, entah untuk mencari harapan, merayakan keyakinan, atau sekadar menikmati panorama, tempat ini akan meninggalkan jejak yang sulit dilupakan. (REDJAVA/Syafirudin Jailani****)

Berita Terkait

RSUD Sumenep Bertransformasi Besar di 2026, Siapkan Layanan Jantung hingga Digitalisasi Terintegrasi untuk Warga Madura
Dandim Sumenep Hijaukan KDKMP di Bluto, Tanam Pohon Mangga untuk Perkuat Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan
Groundbreaking Jembatan Garuda Merah Putih di Rubaru, Dandim Sumenep Dorong Percepatan Infrastruktur Desa
Tujuh Grup Musik Tongtong Guncang Sumenep, Peringatan Bulan Bung Karno Berlangsung Spektakuler
Sekda Sumenep Buka Parade Musik Tong-Tong 2026, Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya Madura
PERSAMI MI Hidayatul Aliyah Brambang Bentuk Siswa Disiplin, Mandiri dan Berakhlak Mulia
RSUDMA Sumenep Gelorakan Budaya Keselamatan Pasien Lewat Gebyar 3M, Dorong Layanan Kesehatan Makin Berkualitas
Ketua Persit Yonif TP 931 Pimpin Panen Raya, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Keluarga Prajurit di Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:59 WIB

RSUD Sumenep Bertransformasi Besar di 2026, Siapkan Layanan Jantung hingga Digitalisasi Terintegrasi untuk Warga Madura

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:47 WIB

Dandim Sumenep Hijaukan KDKMP di Bluto, Tanam Pohon Mangga untuk Perkuat Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:41 WIB

Groundbreaking Jembatan Garuda Merah Putih di Rubaru, Dandim Sumenep Dorong Percepatan Infrastruktur Desa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:33 WIB

Tujuh Grup Musik Tongtong Guncang Sumenep, Peringatan Bulan Bung Karno Berlangsung Spektakuler

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:57 WIB

Sekda Sumenep Buka Parade Musik Tong-Tong 2026, Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya Madura

Berita Terbaru