Wisata Batu Makdengkeng di Pulau Sakala: Batu Keramat yang Menyimpan Misteri

- Redaksi

Jumat, 4 April 2025 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata Batu Makdengkeng di Pulau Sakala: Batu Keramat yang Menyimpan Misteri

Wisata Batu Makdengkeng di Pulau Sakala: Batu Keramat yang Menyimpan Misteri

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pulau Sakala, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, sebuah gugusan kecil di ujung timur Jawa Timur menyimpan keindahannya alam yang eksotis sekaligus kisah-kisah mistis yang belum terpecahkan.

Di antara lanskap yang memukau itu, berdirilah Batu Makdengkeng, sebuah batu besar yang seolah bertengger di atas tebing secara mustahil.

Lokasinya berada di Kampung Tunggara, sekitar 200 meter dari jalan utama menuju pantai tebing.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga sekitar menyebutnya dengan berbagai nama: Batu Makdengkeng, Batu Keramat, atau kini lebih dikenal sebagai Wisata Batu Makdengkeng (WBM).

Namun, apa pun sebutannya, satu hal yang tak berubah: batu ini menyimpan pesona dan misteri yang belum sepenuhnya terungkap.

Tak ada catatan sejarah pasti yang menjelaskan kapan dan bagaimana batu raksasa ini muncul.

Baca Juga :  Kajari Trimo, S.H.,M.H Pimpin Pelantikan dan Sertijab Tiga Kasi di Lingkungan Korps Adhyaksa Sumenep

Berdiri di atas tebing curam, posisi batu itu tampak ganjil, seolah tidak mungkin berada di sana karena proses alam biasa.

Para ahli geologi maupun sejarawan lokal pun belum mampu menjawab teka-teki keberadaannya. Fenomena geologis? Atau ada jejak sejarah spiritual yang lebih dalam?

Yang pasti, bagi masyarakat Pulau Sakala, Batu Makdengkeng bukan sekadar bongkahan batu.

Ia dipercaya memiliki kekuatan spiritual. Konon, siapa pun yang datang dengan hati yang bersih, berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT, serta berjanji membawa sedekah untuk warga sekitar bila hajatnya terkabul, maka doa itu akan didengar dan dikabulkan.

Kepercayaan ini bukan bentuk pemujaan terhadap batu, melainkan perwujudan spiritualitas dalam bentuk keyakinan atas kekuatan doa yang tulus di tempat yang diyakini penuh berkah.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Motor Honda Vario VS Honda Supra Satu Orang Tewas Ditempat

Tak terhitung kisah-kisah dari para peziarah yang menyatakan bahwa doa-doa mereka dikabulkan setelah berkunjung ke tempat ini.

Ada yang berhasil mendapatkan pekerjaan, jodoh, bahkan kesembuhan dari penyakit.

Cerita-cerita semacam itu berkembang dari mulut ke mulut dan menjadi bagian dari narasi kolektif masyarakat Sakala.

Namun hingga kini, belum ada kajian ilmiah yang menelisik lebih jauh mengenai batu tersebut.

Padahal, fenomena seperti ini layak menjadi objek penelitian multidisipliner mulai dari antropologi, arkeologi, geologi, hingga sosiologi kepercayaan.

Batu Makdengkeng tak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang memesona, tetapi juga membuka ruang dialog antara ilmu pengetahuan dan kearifan lokal.

Bagi wisatawan, Batu Makdengkeng menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar wisata alam.

Tempat ini menghadirkan pengalaman spiritual yang menyentuh, rasa damai yang sulit dijelaskan, serta nuansa kesakralan yang menggugah.

Baca Juga :  Dampingi Presiden Jokowi, Menteri Basuki Tinjau Pembangunan Infrastruktur Dasar Pendukung KIPP IKN Nusantara

Tidak heran jika banyak pengunjung merasa enggan beranjak, seperti terhipnotis oleh aura tenangnya.

Tetapi seperti semua kisah yang menyimpan misteri, Batu Makdengkeng juga meninggalkan pertanyaan besar: Apakah benar tempat ini memiliki kekuatan luar biasa? Ataukah ini hanyalah mitos yang tumbuh dari tradisi panjang masyarakat pesisir?

Hanya waktu dan penelitian yang bisa mengungkap jawabannya.

Namun yang pasti, Batu Makdengkeng adalah contoh nyata bagaimana alam, spiritualitas, dan budaya bisa berpadu dalam satu ruang yang sarat makna.

Dan bagi siapa saja yang datang, entah untuk mencari harapan, merayakan keyakinan, atau sekadar menikmati panorama, tempat ini akan meninggalkan jejak yang sulit dilupakan. (REDJAVA/Syafirudin Jailani****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU