Wakili Plt Bupati Sumenep, Sekda Edy Rasyadi Buka Pameran Museum Keris, Ukir, dan Bonsai 2024

Senin, 21 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Ir. H..Edy Rasyadi, MSi Saat Memberikan Sambutan Pada Pembukaan Pameran Museum, Keris Ukir dan Bonsai 2024

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Ir. H..Edy Rasyadi, MSi Saat Memberikan Sambutan Pada Pembukaan Pameran Museum, Keris Ukir dan Bonsai 2024

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pameran Museum Keris, Ukir dan Bonsai dalam rangka pagelaran Kalender Event Sumenep 2024 resmi dibuka malam ini, Senin 21 Oktober 2024 malam pada pukul 20.04 Wib bertempat di halaman Labeng Mesem Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Turut Hadir Sekretaris Daerah (Sekda), Forkopimda Sumenep Kadisbudporapar, Pimpinan OPD serta pimpinan museum dari museum Mandilaras (Pamekasan), museum Cakra Ningrat (Bangkalan), museum 10 November (Surabaya), museum Empu Tantular (Sidoarjo).

Sebelum menyampaikan Laporannya Kadisbudporapar, Mohammad Iksan, SPd, MT memulai dengan pantun.

“Jalan-jalan ke taman bunga, harum semerbak damaikan hati, Mari bersama ramaikan museum kita, menyusun sejarah dan mempercantik diri,” katanya sebelum memulai sambutannya pada pagelaran pameran keris, ukir dan bonsai.

Pihaknya menyampaikan terimakasih kepada Paguyuban Keris dan Bonsai yang telah menyiapkan kegiatan ini bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep sehingga kegiatan ini berjalan sukses dan lancar.

Tujuan diselenggarakannya kata Moh. Iksan, SPd, MT kegiatan ini tidak lain sebagai rangkaian kegiatan Kalender Event 2024 yang ke 81 (Delapanpuluh satu), sehingga masih ada 24 Event lagi yang akan diselenggarakan sampai akhir tahun 2024 nantinya.

“Mudah-mudahan seluruh rangkaian ini bisa kita laksanakan dengan baik dan tentunya membawa berkah bagi pelaku UMKM yang ada di kota Keris ini,” harapnya.

Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati hari museum Nasional yang jatuh pada 12 Oktober 2024 serta sebagai bentuk perhatian Pemkab Sumenep kepada para pengrajin keris, bonsai dan ukir.

Baca Juga :  Danramil 0827/06 Saronggi Ikuti Monev DD/ADD di 14 Desa

Sehingga pada malam hari ini, disamping menyelenggarakan pameran Museum, Pemkab Sumenep juga menyelenggarakan Pameran Bonsai, Ukir dan keris.

“Kegiatan ini juga bertujuan guna menggerakkan ekonomi kreatif bagi Komunitas Keris, Bonsai dan Ukir yang ada di Kabupaten Sumenep,” terangnya.

Iksan menambahkan, untuk kegiatan besok malam tepatnya malam Selasa 22 Oktober 2024 akan ada lomba Storry Telling (red. Lomba bercerita atau mendongeng) dengan Tema ‘Museum Keraton’ yang akan di ikuti sekitar 30 (Tiga puluh) siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri-Swasta se-Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, Plt Bupati Sumenep yang diwakili Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Ir Edy Rasyadi, MSi dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama menyukseskan acara malam hari ini.

“Semoga pameran malam ini mampu menarik pengunjung dari berbagai komunitas lintas daerah se-kabupaten Sumenep,” ucap dia mengawali sambutannya.

Pemkab Sumenep saat ini sedang giat menggelar berbagi event setahun penuh mulai dari kuliner, budaya, wisata alam, hobi, olahraga, musik, model dan konser yang semuanya dikemas dalam rangka Kalender Event Sumenep 2024.

Baca Juga :  Kejari Bersama RSUD Dr Moh. Anwar Sumenep Lakukan MoU Pemberian Jasa Hukum Keperdataan dan Tata Usaha Negara

Potensi sumber daya Alam (SDA) dan kekayaan Budaya serta Tradisi yang luar biasa di kabupaten Sumenep harus terus digali agar bermanfaat dalam membangun Daerah.

“Ini Salah satu langkah untuk membangun kabupaten Sumenep dengan berbagai pesonanya yang memiliki banyak potensi melalui sektor pariwisata guna mendorong bergeraknya roda perekonomian di daerah,” ungkap Sekdakab Ir. Edy Rasyadi, MSi.

Oleh karenanya, seluruh pemangku kepentingan agar senantiasa berkolaborasi dan bersinergi guna menyukseskan berbagai pagelaran dalam rangka menyambut kemajuan Kabupaten Sumenep dan menjadi bagian penting bagi pertumbuhan sektor wisata dan ekonomi di kabupaten Sumenep.

Sekda Edy sapaan akrabnya menjelaskan bahwa terkait dengan museum, tentu kita tahu bahwa museum merupakan tempat untuk mengoleksi benda-benda bersejarah.

“Karena melalui Museum, masyarakat khususnya dan kaum pelajar mampu mengetahui dan belajar mengenai sejarah yang dimiliki setiap daerah,” ujarnya.

Pada tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Keris. Dan pada tahun 2018, pemerintah juga menyatakan Desa Aeng Tong-Tong sebagai Desa Keris karena memiliki pengrajin keris terbanyak.

“Keris sesungguhnya bukan hanya alat yang dianggap sebagai senjata semata, namun memiliki Historis dan nilai filosofi yang Luar biasa. Keris misalnya tidak hanya melambangkan Estetikanya, akan tetapi juga menjadi simbol kekuatan dan kejayaannya,” jelasnya.

Ditambahkan, Kabupaten Sumenep juga merupakan satu-satunya kabupaten yang memiliki hamparan.hutan cemara udang yang indah dan sangat potensial untuk dijadikan bonsai.

“Dan potensi dan kekayaan inilah yang harus dimanfaatkan dengan baik tanpa harus mengorbankan lingkungan sekitar, seperti misalnya bencana akibat kelalaian manusia,” tandasnya.

Pantauan media ini, usai membuka acara pada Pukul 20.04 Wib, Sekretaris daerah Kabupaten Sumenep mewakili Plt Bupati sumenep memberikan penghargaan kepada Kepala Museum dari berbagai daerah yang telah ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan pameran Museum Ukir, Bonsai dan Keris yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Peringatan Maulid Nabi di Masjid Jamik, Bupati Fauzi dan Ketua Takmir Kompak Serukan Persatuan Ummat

Diketahui, pameran keris tersebut di ikuti 16 Paguyuban keris yang ada di Jawa Timur serta diikuti komunitas ukir dan komunitas bonsai yang masih dalam proses pengisian kehadiran kepada panitia. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:02 WIB

Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79

Berita Terbaru