Wabup Nyai Eva Ikut Panen Tanaman Sorgum di Situbondo, Akan Uji Coba di Sumenep

Selasa, 14 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj Dewi Khalifah beserta Dandim 0827 Sumenep saat mengikuti panen tanaman Sorgum di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Senin (13/9/2021). (Foto: Istimewa/Prokopimkab Sumenep)

Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj Dewi Khalifah beserta Dandim 0827 Sumenep saat mengikuti panen tanaman Sorgum di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Senin (13/9/2021). (Foto: Istimewa/Prokopimkab Sumenep)

SITUBONDO, JavaNetwork.co.id – Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj. Dewi Khalifah mengikuti kegiatan Panen Benih Hijauan Pakan Ternak Sorgum di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (13/9/2021).

Wabup Sumenep ikut panen perdana hasil riset pengembangan inovatif kolaboratif Kementerian Pertanian itu karena tertarik dengan tanaman Sorgum yang akan dikembangkan di lahan yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura.

Dia mengaku sangat tertarik mengembangkan tanaman Sorgum di Sumenep, karena tidak memerlukan masa penanaman dan masa panen yang tidak terlalu lama.

Sorgum adalah tanaman yang memiliki prospek dan produk turunannnya cukup banyak. Selain tepung dan beras, juga gula.

“Tanaman Sorgum ini juga bisa untuk pakan ternak,” ujar Wabup Dewi Kholifah dikutip dari TribunMadura.com, Senin (13/9/2021).

Baca Juga :  Orasi Apik dari Sang Orator Aksi Unras ke Polda Jatim Demi Bela Nenek Bahriyah

Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Sumenep hampir mirip dengan kondisi di Situbondo. Sehingga, keberhasilan tanam Sorgum Bioguma Agritan di Situbondo bisa diwujudkan di Sumenep.

“Kabupaten Sumenep memiliki 126 pulau. Sebanyak 46 pulau yang berpenghuni, sementara 76 pulau tidak berpenghuni, serta masih banyak lahan produktif yang kosong dan prospek ditanami Sorgum,” terang Wabup Sumenep yang akrab disapa Nyai Eva itu.

Varietas Sorgum yang ditanam di Situbondo juga berbeda dengan varietas Sorgum yang ditanam di Kabupaten Sumenep.

Hasil panennya cukup banyak, sehingga sangat menjanjikan untuk dikembangkan petani di Sumenep.

Selain itu, di Sumenep juga memiliki banyak peternak, salah satunya di kepulauan Sepudi.

Baca Juga :  Berjasa Bagi Bangsa, Menhan Prabowo Subianto Dianugerahi Empat Bintang Kehormatan Utama

“Sepudi merupakan salah satu penghasil ternak sapi Madura yang sangat bagus dan varitasnya unggul,” ungkap Wabup.

Jika tanaman Sorgum dikembangkan di Sumenep, maka akan membuka peluang untuk para petani di Sumenep. Sehingga, semakin produktif dan tanahnya tidak sia-sia.

“Harapan kami tanaman Sorgum ini justru dapat dijadikan produk olahan, ini bisa dikembangkan bagi kaum ibu-ibu dan pemuda. Dengan demikian, ini  bisa mengurangi pengangguran,” harap Wabup.

Nantinya, para ibu-ibu di Sumenep dapat memberdayakan prekonomian warga, karena tepung Sorgum dapat dijadikan kue kering.

“Mungkin produksi Sorgum menjadi komoditi ekspor unggulan untuk Indonesia,” katanya.

Berdasarkan hasil penelitian, Sorgum diketahui mengandung kalori dan karbonnya rendah. Glukosanya juga cukup rendah dan ini sangat bagus untuk kesehatan.

Baca Juga :  Beredar Video Pria Paruh Baya Menenteng Kepala Manusia, Ini Penjelasan Polda Sulteng

“Saya berharap Sorgum dapat dikembangkan di berbagai daerah dan bukan hanya di Situbondo, melainkan tahun berikutnya dikembagkan di Sumenep,” ujarnya.

Untuk mengembangkan tanaman Sorgum di Sumenep, Wabup Nyai Eva mengatakan, pihaknya akan menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk percobaan.

“Kita akan koordinasikan dengan Pak Bupati dan Kepala Dinas, yang jelas kita coba tanaman Sorgum itu,” tegasnya.

Sementara itu, Plt RPIK Sapi Sorgum Kementerian Pertanian, Prof Ismeth Inouno mengatakan, tanaman Sorgum sangat cocok ditanam di lahan yang kering.

Hal ini membuat karakteristik tanah di Sumenep cocok untuk tanaman Sorgum.

“Saya kira jika ditanam di Kabupaten Sumenep, Madura, tanaman Sorgum sangat cocok,” kata Ismeth. (*)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Hadiri Puncak Madura EV-Day 2026 Bersama Bupati, Danyonif TP 931/KJ Apresiasi Langkah Progresif Sumenep
Sinergi Hijau di Tanah Wali: Ratusan Prajurit Yonif TP 931/ Ksatria Jokotole dan Sipil Sulap Kawasan Asta Tinggi Sumenep Jadi Asri

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 10:40 WIB

Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru