JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Akhir pekan di Kabupaten Sumenep diwarnai dengan sederet kejadian darurat yang membuat warga panik. Tim gabungan SiLaPor 112 bersama Damkar Satpol PP Sumenep harus bergerak cepat menangani empat laporan berbeda dalam waktu kurang dari dua hari mulai dari evakuasi ular piton, sarang tawon vespa, hingga kebakaran jaringan kabel WiFi di kawasan perkotaan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sumenep, Sugiyanto, membenarkan bahwa sepanjang Sabtu (25/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025), timnya menerima sejumlah laporan darurat dari warga melalui layanan Call Center 112. Semua laporan langsung direspons cepat oleh petugas lapangan.

“Seluruh laporan yang masuk kita tangani tanpa menunda waktu. Ada ular piton di rumah warga, sarang tawon yang mengancam keselamatan, sampai kabel jaringan yang terbakar di depan apotek. Alhamdulillah semua berhasil ditangani dengan aman,” kata Sugiyanto kepada media ini, Minggu malam (26/10/2025).
Laporan pertama diterima pada Sabtu (25/10) pukul 08.21 WIB dari warga Desa Batuan, Kecamatan Batuan. Seorang warga bernama Rahmat melaporkan adanya sarang tawon vespa di sekitar rumahnya, tepat di barat Kantor SKB Sumenep. Petugas Damkar yang tiba di lokasi segera mengevakuasi sarang tersebut untuk menghindari risiko penyengatan terhadap warga sekitar.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 10.42 WIB, tim kembali dikerahkan ke Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, setelah seorang warga bernama Yosi melapor adanya ular piton besar masuk ke dalam rumahnya, tepat di belakang toko Jakarta Ponsel. Dengan peralatan lengkap, petugas berhasil menangkap ular tersebut tanpa membahayakan penghuni rumah.
“Evakuasi ular liar menjadi salah satu tugas rutin kami. Meskipun berisiko tinggi, tim sudah terlatih untuk menangani hewan buas dengan cara yang aman dan profesional,” jelasnya.

Pada Minggu (26/10) pagi sekitar pukul 10.53 WIB, warga Desa Bangkal juga dibuat panik oleh kebakaran jaringan kabel WiFi di depan Apotek Fatimah. Berkat respon cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan sekitar.
Sore harinya, dua laporan serupa kembali masuk. Pertama dari Ibu Sela di Desa Pangarangan, yang melaporkan adanya ular di kamar mandi rumahnya. Tak lama berselang, laporan terakhir datang dari Ibu Nina di Desa Pamolokan, yang menemukan ular masuk ke dalam sepeda motornya. Kedua evakuasi tersebut berhasil dilakukan dengan aman oleh tim SiLaPor 112.
Sugiyanto menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang cepat melapor melalui layanan darurat 112. Ia menegaskan, kerja sama antara warga dan petugas sangat menentukan keberhasilan penanganan insiden.

“Kami mengimbau masyarakat agar jangan panik ketika menemukan hal-hal berbahaya seperti ular, tawon, atau kebakaran kecil. Segera hubungi Call Center 112 Sumenep, petugas kami selalu siaga 24 jam,”
tegasnya.
Layanan SiLaPor 112 Sumenep memang menjadi andalan publik dalam menangani kejadian darurat di wilayah perkotaan maupun desa. Kecepatan, profesionalisme, dan kepedulian petugas di lapangan terus menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat.

“Kami di Damkar tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menjaga rasa aman masyarakat dari ancaman lain seperti hewan buas dan situasi berisiko tinggi,” pungkas Sugik sapaan akrabnya.
Dengan kerja cepat dan koordinasi solid antara petugas dan masyarakat, sederet peristiwa darurat itu berhasil diatasi tanpa korban jiwa maupun kerugian besar. Sumenep kembali membuktikan bahwa sistem tanggap daruratnya mampu bekerja efektif untuk melindungi warganya.












