JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pekan ke 3, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) turun ke bawah untuk mensosialisasikan Program Sekolah Responsif Gender (SRG).
Pada hari ini, Selasa 24 September 2024, Kabid GTK Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi, SPd, M.AP bersama KKKS dan Pengawas SD menggelar Program SRG di SDN Karduluk IV Kecamatan Pragaan.
Kabid GTK Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi, SPd, M.AP menuturkan pendidikan di era digitalisasi seperti sekarang ini harus melaksanakan Program Sekolah Responsif Gender (SRG).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena apa, iya karena di Program Sekolah Responsif Gender (SRG) itu anak-anak kita tidak akan mengalami tindakan asusila yang saat ini lagi ngetrend,” tuturnya dihadapan peserta pembinaan.
Oleh karena itu kata Fairus sapaannya menyebut program SRG ini harus sesegera mungkin dilaksanakan di setiap sekolah yang ada di Kecamatan Pragaan dibawah naungan Disdik Sumenep.
“Jadi Saya tekankan, tolong kepada Bapak-Bapak dan Ibu-ibu Program Sekolah Responsif Gender (SRG) sesegera mungkin dilaksanakan dan diterapkan iya,” ujarnya dengan tegas.
Menurutnya, bahwa Pendidikan itu juga bisa disebut sebagai proses untuk melakukan perubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang untuk menuju kedewasaan.

“Dan apabila dilakukan dengan benar dan semaksimal mungkin, yang jelas nantinya akan membawa perubahan karakter pada anak didik dengan sendirinya tanpa ada menyuruh,” terangnya.
Pihaknya lebih lanjut memaparkan untuk mencapai tujuan itu semua, dibutuhkan peran aktif tenaga pendidik (guru) didalam memberikan bimbingan dengan beragam inovasi baru.
“Harus mengacu pada kurikulum Merdeka Belajar. Dan terpenting Bapak dan Ibu harus memberikan contoh perilaku yang baik bagi anak didik, jangan sampai sebaliknya ya,” pintanya.
Ia berharap dengan sosialisasi program Pembinaan SRG di Kecamatan Pragaan ini dapat menekan kasus-kasus kekerasan, seperti bullying, perundungan dan pelecehan terhadap anak didik.

“Kedepan semoga dunia pendidikan kita, terlepas dari kasus yang kerap kali menyita perhatian publik seperti perselingkuhan, kasus pelecehan seksual dan lain sebagainya. Kita harus malu kepada kita sendiri karena kita adalah tenaga pendidik yang seharusnya memberikan contoh yang baik,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KKKS Kecamatan Pragaan Affani, SPd menyatakan siap berkomitmen untuk melaksanakan Program Sekolah Responsif Gender (SRG) di setiap SDN yang ada di Kecamatan Pragaan.
“Bapak Kabid GTK yang terhormat, kami siap bersama Pengawas SD untuk sesegera mungkin melaksanakan dan menerapkan Program Sekolah Responsif Gender (SRG) di Kecamatan Pragaan,” kata Ketua KKKS Pragaan, Affani SPd.









