TP PKK Kabupaten Sumenep Kolaborasi Dinsos P3A Gelar Program Kemanusiaan Eks Pasung: Pulihkan Harapan, Hapus Stigma

- Redaksi

Senin, 23 Juni 2025 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi Saat Memberikan Sambutan Diacara Program Pendampingan Sosial Terhadap Keluarga Eks Pasung di Aula TP PKK, Senin (23/06/2025)

Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi Saat Memberikan Sambutan Diacara Program Pendampingan Sosial Terhadap Keluarga Eks Pasung di Aula TP PKK, Senin (23/06/2025)

JAVANETWORK.CO.ID SUMENEP — Di tengah geliat pembangunan yang kerap terpusat pada fisik dan angka, Pemerintah Kabupaten Sumenep memilih menyalakan obor kemanusiaan: merawat, memulihkan, dan memuliakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang selama ini terpinggirkan dalam rantai stigma dan pasungan.

Isu pemasungan ODGJ yang selama ini hanya dibisikkan dalam ruang-ruang gelap, kini disorot terang oleh pemerintah daerah. Melalui sinergi antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), program pendampingan sosial terhadap keluarga eks pasung kembali digencarkan sepanjang tahun 2025.

Inisiatif ini diluncurkan melalui kegiatan Bimbingan Sosial bagi Keluarga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Eks Pasung, yang digelar di Aula MAN, Jalan KH. Agus Salim Kecamatan Kota Sumenep, pada Senin (23/06/2025). Acara ini dihadiri para pengurus PKK kecamatan, komunitas peduli ODGJ, keluarga eks pasung, serta Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Mustangin.

Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Sumenep, Annisa Dwi Sofiah, S.P., menyatakan tegas bahwa praktik pemasungan bukan hanya tidak manusiawi, tapi juga melanggar hak asasi dan mencerminkan kegagalan sistem sosial.

“Pasung bukan solusi. Itu adalah cermin kegagalan kita memahami bahwa penyintas gangguan jiwa bukanlah ancaman, melainkan warga yang wajib dipulihkan dan dipeluk oleh sistem sosial kita,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemberian bantuan sosial bukan sekadar bentuk kedermawanan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif. Bantuan yang disalurkan kepada keluarga eks pasung mencakup beras 30 kilogram, dua dus mi instan, empat liter minyak goreng, dua botol kecap, dan empat kilogram gula.

“Sembako itu pintu masuk. Tujuan akhirnya adalah pemulihan, integrasi sosial, dan penghapusan stigma,” tutup Annisa.

Sementara itu, Ny. Hj. Nia Kurnia Fauzi, Ketua TP PKK Sumenep, yang menyampaikan pidato emosional penuh kehangatan dan spiritualitas. Sambutannya mengalir seperti pelukan bagi para keluarga eks pasung yang hadir dengan luka-luka sunyi di hati mereka.

“Selagi nyawa masih melekat di raga, jangan ragu untuk berbuat baik,” ucapnya.

Menurut Nia Kurnia Fauzi, masyarakat harus belajar kembali menjadi ruang aman bagi sesama, termasuk bagi mereka yang menderita gangguan jiwa. Ia menekankan bahwa iman bukan hanya soal ibadah ritual, tapi juga keberanian untuk peduli.

“Kepedulian sosial adalah cermin keimanan. Jangan biarkan sikap acuh tumbuh subur di sekitar kita. Karena saat kita diam melihat penderitaan, saat itu pula kemanusiaan kita sedang sekarat,” ujarnya.

Sosok istri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo itu lalu menutup dengan pesan filosofis yang menyentuh:

“Air yang menggenang akan keruh dan berbau. Tapi air yang mengalir tetap jernih dan membersihkan. Maka jadilah manusia yang terus mengalirkan kebaikan, meski di tengah zaman yang sering kali mengeringkan empati,” ujar politisi PDI-P Sumenep itu

Program ini diperkuat oleh Perda Nomor 6 Tahun 2024 dan Perbup Nomor 60 Tahun 2024, serta mendapat dukungan penuh dari APBD Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2025 sebagai prioritas sektor rehabilitasi sosial berbasis komunitas.

Baca Juga :  Songsong Kejuaraan Drumband Tingkat SD se-kabupaten Sumenep, Siswa SDN Pamolokan I Giat Latihan Drumband

Pasung masih menjadi realitas getir di sebagian wilayah, akibat miskonsepsi, mitos, dan keterbatasan layanan. Namun, dengan semangat “Pulihkan Harapan, Hapus Stigma,” Sumenep menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari keberanian untuk bersikap benar meski tak selalu populer.

Baca Juga :  Lepas Festival Tan Pangantanan Dhe' Nong Dhe' Ne' Nang, Wabup Sumenep : Tradisi ini Sudah Ada 449 Tahun Yang Lalu

Dari ruang bimbingan sosial yang sarat haru itu, Sumenep mengirim pesan ke seluruh penjuru negeri: bahwa tangisan ODGJ bukan aib, melainkan panggilan nurani yang tak boleh lagi diabaikan.

“Sumenep tidak sedang membangun proyek. Sumenep sedang membangun peradaban,” pungkas Nia Kurnia Fauzi. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU