JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana pagi di Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Sumenep, terasa berbeda dari biasanya. Di bawah rindangnya pepohonan dan deru kendaraan yang melintas, tampak sekelompok relawan muda dari Komunitas Berbagi Sumenep (KBS) membagikan 77 nasi bungkus Jumat Berkah (Bungturat) kepada para pengguna jalan.
Kegiatan yang berlangsung di sisi timur Simpang Tiga Polres Sumenep ini bukan sekadar aksi sosial rutin, tetapi sebuah perwujudan nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
“Kami ingin menghadirkan rasa syukur yang nyata lewat aksi sederhana. Jumat adalah waktu terbaik untuk berbagi, dan kami percaya sekecil apa pun pemberian, bila tulus, pasti berarti besar bagi penerimanya,” ujar Akhmad Sahruddin, S.H., Ketua KBS Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan mengenakan pakaian santai dan senyum yang tak lepas dari wajah mereka, para relawan membagikan satu per satu bungkus nasi kepada tukang becak, pejalan kaki, dan warga yang melintas. Beberapa penerima tampak haru dan berterima kasih atas perhatian tersebut.
“Tujuh puluh tujuh bungkus bukan hanya angka. Itu simbol kebersamaan dan semangat bangkit setelah masa sulit. Kami ingin membuktikan bahwa kepedulian tidak harus menunggu berlimpah rezeki,” ungkapnya.
Salah satu abang becak yang menerima paket nasi bungkus itu mengaku sangat terharu atas aksi para relawan KBS.
“Saya tidak sangka ada yang mau bagi makan di jalan seperti ini. Buat kami, ini sangat berarti. Terima kasih banyak untuk KBS, semoga rezekinya juga dilipatgandakan,” ucapnya dengan mata terharu.
KBS Sumenep memang dikenal sebagai komunitas sosial yang konsisten menebar manfaat di tengah masyarakat. Sejak berdiri, mereka kerap menggelar kegiatan Jumat Berkah, santunan anak yatim, bantuan untuk warga kurang mampu, hingga kunjungan ke panti asuhan.
“Kami percaya, energi kebaikan itu menular. Ketika satu orang memberi, yang lain akan ikut tergerak. Inilah cara kami menjaga denyut solidaritas di Sumenep,” pungkas Ahmad dengan nada optimistis.
Aksi berbagi 77 Bungturat ini pun menjadi momentum hangat yang menggugah banyak hati. Tidak sedikit warga yang berhenti sejenak untuk sekadar menyaksikan atau bahkan ikut membantu.
Kehadiran KBS Sumenep di tengah masyarakat semakin mempertegas bahwa kekuatan sosial sejati terletak pada hal-hal sederhana sebuah nasi bungkus, seulas senyum, dan niat tulus untuk meringankan sesama. (REDJAVA****)









