JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah langkah besar diambil oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep dengan menjalin kemitraan strategis bersama Universitas Annuqayah.
Kolaborasi ini resmi dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan memperkuat sektor pendidikan, riset, dan layanan haji serta umrah di Kabupaten Sumenep.
Dalam acara yang berlangsung di Kantor Rektorat Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk, dua institusi ini menegaskan komitmennya untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan memperbaiki sistem layanan haji serta umrah agar lebih berkualitas.
MoU ini ditandatangani langsung oleh Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, dan Rektor Universitas Annuqayah, Muhammad Hosnan, yang keduanya memiliki visi besar untuk menjadikan Sumenep sebagai pusat pendidikan dan layanan ibadah yang berkelas.
Dalam pidatonya, Abdul Wasid menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah revolusi dalam meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah berbasis akademik.
“Kita ingin menciptakan sistem layanan haji dan umrah yang lebih baik, berbasis riset, dan dikelola oleh tenaga profesional yang paham syariat serta teknis pelaksanaannya. Inilah saatnya Sumenep melahirkan generasi baru yang ahli di bidang ini!” tegasnya.
Sementara itu, Muhammad Hosnan menegaskan bahwa Universitas Annuqayah siap menjadi pelopor dalam pengembangan keilmuan haji dan umrah yang lebih komprehensif.
“MoU ini akan membuka jalan bagi mahasiswa untuk lebih terlibat dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang ibadah haji dan umrah. Kami ingin membekali mereka dengan pengetahuan yang mendalam dan aplikatif,” paparnya.
Kesepakatan ini mencakup berbagai program inovatif, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis haji-umrah, riset akademik, sertifikasi tenaga pendamping haji profesional, hingga pelatihan khusus bagi jemaah haji dan umrah agar lebih memahami seluk-beluk ibadahnya.
Tak hanya itu, kerja sama ini juga akan melibatkan civitas akademika, praktisi keagamaan, hingga lembaga terkait guna membangun sistem layanan haji dan umrah yang lebih modern dan efektif.
MoU ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan akademisi, praktisi keagamaan, dan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa langkah ini bisa menjadi model bagi daerah lain dalam mengintegrasikan dunia pendidikan dengan layanan ibadah.
“Kalau ini berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin Sumenep bisa menjadi pusat studi dan layanan haji-umrah terbaik di Indonesia!” ujar salah satu peserta yang hadir dalam acara tersebut.
Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh para pejabat Kemenag Sumenep, civitas akademika Universitas Annuqayah, serta perwakilan dari berbagai institusi terkait.
Langkah besar ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kualitas layanan haji dan umrah di Indonesia, sekaligus menjadikan Sumenep sebagai pusat unggulan dalam bidang tersebut. (REDJAVA****)












